COVID-19Kesehatan

CDC Revisi Rekomendasi Masa Isolasi Pasien COVID-19

masa isolasi pasien corona

Baru-baru ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merevisi pedoman terkait masa isolasi pasien COVID-19.

Dalam update yang dipublish pada 22 Juli 2020 lalu, CDC menyebutkan jika pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang hanya perlu menjalani masa isolasi 10 hari.

rapid test

Baca Juga:

CDC membeberkan beberapa bukti pendukung mengenai masa isolasi pasien COVID-19 menggunakan strategi berbasis gejala Corona yang dilaporkan pasien secara umum.

Rangkuman dari Bukti yang Dirangkum oleh CDC

  • Konsentrasi RNA SARS-CoV-2 yang diukur pada spesimen saluran pernapasan atas mengalami penurunan setelah timbulnya gejala (CDC, unpublished data, 2020; Midgley dkk., 2020; Young dkk., 2020; Zou et al., 2020; Wölfel et al., 2020; van Kampen et al., 2020).
  • Kemungkinan virus yang berpotensi mereplikasi juga menurun setelah 10 hari timbulnya gejala. Hal ini berlaku untuk pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang. (CDC, unpublished data, 2020; Wölfel et al., 2020; Arons et al., 2020; Bullard et al. , 2020; Lu et al., 2020; komunikasi personal dengan Young et al., 2020; Korea CDC, 2020).
  • Diperkirakan ada 88 persen pasien dengan kasus COVID-19  parah ditemukan tidak berisiko menularkan virus lagi setelah 10 hari, dan 95 persen pasien setelah 15 hari sejak timbulnya gejala. (van Kampen et al., 2020).
  • Sebuah penelitian pelacakan kontak berskala besar menunjukkan bahwa rumah tangga dengan resiko penularan virus tinggi dan rumah sakit tidak menunjukkan gejala infeksi jika paparan mereka terhadap pasien kasus corona dimulai 6 hari atau lebih setelah timbulnya gejala pada pasien (Cheng et al., 2020).
  • Spesimen dari pasien yang pulih dari COVID-19 awal dan kemudian menunjukkan gejala baru dan dites positif dengan RT-PCR tidak memiliki potensi mereplikasi (Korea CDC, 2020; Lu et al., 2020). Risiko infeksi ulang setelah 3 bulan dari infeksi awal lebih rendah, berdasarkan bukti terbatas dari betacoronavirus lain (HCoV-OC43), genus yang termasuk dalam SARS-CoV-2 (Kiyuka et al, 2018).

Gejala Virus Corona Versi CDC

  • Demam atau kedinginan
  • Batuk
  • Sulit bernapas atau napas pendek
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Kehilangan kemampuan untuk mencium bau dan mengecap rasa
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Mual atau muntah
  • Diare

Hingga kini pengembangan vaksin COVID-19 masih terus berlangsung di seluruh dunia dengan beberapa vaksin yang sudah masuk tahap uji klinis. Hingga vaksin corona ditemukan, kita semua harus tetap menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari virus ini.

Pastikan untuk selalu pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak dengan orang lain dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jaga daya tubuh juga dengan konsumsi makanan sehat dan istirahat yang cukup.

Jika kamu memiliki beberapa gejala di atas, ada baiknya segera hubungi dokter untuk mendapat bantuan medis. Kamu bisa konsultasi virtual dengan dokter dari berbagai rumah sakit dan klinik terpercaya menggunakan aplikasi Okadoc lho! Jangan lupa download aplikasi Okadoc sekarang juga!

konsultasi virtual
Related posts
Kesehatan

Kebiasaan Buruk Saat Hari Raya Yang Harus Dihindari

Bayi & Anak-AnakKesehatan

Apa Obat Sakit Gigi Anak yang Manjur?

KesehatanPriaWanita

7 Kebiasaan Buruk Saat Puasa yang Tidak Baik Bagi Kesehatan

KesehatanPriaWanita

6 Tips Agar Tetap Sehat Saat WFH Sambil Puasa