COVID-19Kesehatan

Begini Cara Pemeriksaan Rapid Test Antigen, Tidak Perlu Cemas!

Cara Pemeriksaan Rapid Test Antigen

Apakah kamu masih bingung mengenai cara pemeriksaan rapid test antigen dan merasa khawatir jika harus melakukannya?

Rapid test antigen memang menjadi salah satu persyaratan perjalanan yang baru diterapkan di beberapa daerah selama libur Natal dan Tahun Baru lalu, seperti Jakarta dan Medan.

rapid test

Baca Juga:

Kedepannya, bukan tidak mungkin jika rapid test ini yang akan digunakan untuk screening awal, bukan lagi rapid test antibodi yang selama ini banyak dilakukan, mengingat tingkat akurasi yang lebih baik untuk mendeteksi infeksi aktif COVID-19.

Lalu, bagaimana cara pemeriksaan rapid test antigen tersebut dilakukan?

Cara Pemeriksaan Rapid Test Antigen

Bagi kamu yang perlu melakukan rapid test antigen untuk bepergian, berikut adalah proses tes yang akan dijalankan di klinik maupun rumah sakit.

  • Isi formulir administrasi tentang biodata lengkap serta formulir daftar riwayat perjalanan termasuk kontak erat dengan pasien positif COVID-19.
  • Selanjutnya pengambilan sampel akan dilakukan dengan alat khusus mirip cotton bud yang disebut dengan swab di kedua lubang hidung
  • Setelah selesai, sampel tersebut akan dimasukkan dalam kaset (wadah khusus swab)
  • Tunggu hasil test keluar

Hasil rapid test antigen dapat terlihat sama cepatnya dengan rapid test antibodi, sekitar 15-30 menit, tergantung masing-masing kebijakan klinik/rumah sakit masing-masing. Meski akan menimbulkan rasa tidak nyaman saat alat swab masuk ke hidung, namun rasa ini akan hilang dalam waktu yang relatif cepat.

Jika mendapatkan hasil rapid antigen negatif, kamu tetap disarankan untuk mematuhi protokol kesehatan dimana pun berada. Apalagi jika ingin bepergian menggunakan transportasi umum. Hal ini untuk meminimalisir kemungkinan kamu terpapar virus COVID-19 selama perjalanan.

Jika mendapatkan hasil rapid antigen positif, kamu akan disarankan untuk melakukan test PCR untuk hasil yang akurat; apakah kamu positif atau tidak.

Jika kamu mengalami gejala COVID-19 yang khas, seperti anosmia, hilang kemampuan indera perasa dan sesak napas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Kesehatan

Kebiasaan Buruk Saat Hari Raya Yang Harus Dihindari

Bayi & Anak-AnakKesehatan

Apa Obat Sakit Gigi Anak yang Manjur?

KesehatanPriaWanita

7 Kebiasaan Buruk Saat Puasa yang Tidak Baik Bagi Kesehatan

KesehatanPriaWanita

6 Tips Agar Tetap Sehat Saat WFH Sambil Puasa