Bayi & Anak-AnakKesehatan

Bahaya Minum Air Kolam Renang

Bahaya Minum Air Kolam Renang

Berenang, merupakan kegiatan yang tentu menyenangkan dan ditunggu-tunggu oleh anak. Tidak hanya sekedar bermain air, berenang juga mampu mengasah kemampuan motorik anak karena melibatkan gerak otot secara aktif. Selain gembira, anak juga semakin sehat apabila rutin berenang. 

Baca Juga:

rapid test

Meskipun terdengar positif, namun tentunya seperti jenis olahraga lain, berenang juga memiliki beberapa resiko yang muncul bila kita teledor dan tidak waspada. Kasus ini sering terjadi terutama kepada anak-anak karena kemampuan otak yang masih terbatas untuk membedakan antara perilaku yang berbahaya dengan yang tak berbahaya, yaitu mengalami sakit atau gangguan pada tubuh akibat meminum air kolam renang.

Sebenarnya, apa sih bahaya air kolam renang jika baik sengaja ataupun tidak sengaja terminum? Berikut ulasannya

Mengapa Air Kolam Bahaya Bila Tertelan

Bahaya Minum Air Kolam Renang

Pengelola kolam renang umum alias public pool pada umumnya menambahkan bahan kimia berupa kaporit atau klorin dalam air kolam renang. Kedua zat ini memiliki fungsi dasar untuk membasmi kuman yang ada di dalam air. Selain itu, kaporit dan klorin juga mampu menjaga agar air kolam renang senantiasa jernih. Lantas, bagaimana kedua zat ini justru menjadi berbahaya alih-alih bermanfaat?

Tak dapat dipungkiri bahwa banyak orang pasti pernah buang air kecil di kolam renang. Urine yang mencemari kolam renang ini akan bercampur dengan klorin yang telah terlebih dulu ada di air. Kombinasi antara klorin dan urine di air kolam renang akan menciptakan zat kimia cyanogen chloride (CNCI) dan trichloramine (NCI3).

Apabila seseorang terpapar kedua zat yang tergolong beracun ini, maka ia beresiko mengalami penyakit pernapasan terutama asma. Selain itu, paparan CNCI juga mampu menimbulkan gangguan pada kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen, mengganggu sistem pernafasan, sistem saraf pusat/otak, serta sistem jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskular. Bagian kulit dan mata bisa teriritasi bila terpapar CNCI. 

Hal lain yang patut diwaspadai ialah bila klorin bercampur dengan urine, maka khasiatnya sebagai zat pembasmi kuman akan menurun. Inilah yang membuat air kolam renang menjadi rentan terkena kontaminasi bakteri.

Walau terlihat jernih, namun tidak berarti air kolam menjadi bersih. Bisa saja dalam air kolam renang tersebut mengandung kuman dan juga virus yang berbahaya seperti misalnya E. coli, Giardia, Cryptosporidium, dan Shigella, juga norovirus. Kuman-kuman ini dapat menimbulkan infeksi pada saluran pencernaan dan menyebabkan diare.

Oleh sebab itu, bila tidak sengaja meminum air kolam renang, segeralah muntahkan kembali agar terhindari dari resiko penyakit akibat kuman dan bakteri di kolam renang. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu coba lakukan untuk meminimalkan resiko dari bahaya air kolam renang bila tertelan, yaitu :

  • Mandi dengan menggunakan sabun sebelum masuk ke area kolam agar badan bersih dan higienis.
  • Jangan berenang apabila sedang mengalami diare atau tengah mengalami luka terbuka di bagian kulit. 
  • Ajaklah anak ke toilet sewaktu-waktu untuk memeriksa popok mereka. Jika perlu mengganti popok anak karena sudah penuh, gantilah popok di kamar mandi. Jangan ganti popok anak di tepi kolam renang untuk menghindari kotoran masuk ke air kolam.
  • Basuhlah tubuh anak terutama pada bagian bokong dengan menggunakan sabun dan air setelah anak buang air kecil, buang air besar, ataupun berganti popok, sebelum anak memasuki air kolam renang.

Tips Agar Berenang Jadi Lebih Menyenangkan

Bahaya Minum Air Kolam Renang

Resiko yang mengintai anak saat berenang memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi banyak orangtua. Padahal, berenang harusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan dan quality time bagi anak dan orangtua. Akan tetapi, tidak seharusnya resiko-resiko tadi mengurangi kesenangan anak dan orangtua saat berenang.

Oleh sebab itu, orangtua harus waspada dan juga menaruh perhatian penuh pada anak saat sedang berada di sekitar area kolam renang, seperti misalnya dengan melakukan langkah-langkah berikut ini. 

1. Jangan meninggalkan anak sendirian tanpa pengawasan

Aturan yang satu ini tidak hanya berlaku di kolam renang umum tetapi juga di tempat-tempat lainnya. Saat berada di kolam renang, jangan pernah biarkan anak berenang sendiri ataupun berada di dekat kolam renang tanpa ada pengawasan.

Bila memang kamu sebagai orangtuanya harus pergi sebentar, bawa serta anak atau serahkan pengawasannya kepada orang yang kamu kenal dan percayai untuk menjaganya demi menghindari resiko-resiko terjadinya sesuatu yang tak diinginkan.

2. Beri tahu batas area yang boleh dimasuki anak

Walaupun kamu mengawasi anak secara penuh, ada baiknya untuk memberi tahu sejauh mana batas yang diperbolehkan untuk ia bermain. Apalagi bila anak berenang di kolam renang umum yang area anak-anak dan orang dewasanya tidak dipisah alias bercampur.

Beri pengertian pada anak secara tegas untuk tidak bermain ataupun melakukan kegiatan di sekitar kolam renang yang dikhususkan untuk dewasa. 

3. Gunakan perlengkapan renang yang lengkap

Jangan lupa untuk menyiapkan perlengkapan renang yang dasar dan standar seperti misalnya pelampung, kacamata renang, ataupun sumbat telinga bila diperlukan. Peralatan-peralatan ini berguna untuk mencegah anak mengalami masalah-masalah seperti tenggelam, kemasukan air ke dalam telinga dan mata yang perih terkena air kolam, yang tentunya bila terjadi akan membuat anak merasa kurang nyaman. 

4. Selalu fokus saat mengawasi

Apabila usia anak sudah agak besar, mungkin akan terasa aneh bila kamu mengekori setiap langkahnya terus menerus termasuk saat sedang berenang. Oleh karena itu, tidak perlu bersikap berlebihan dalam menjaganya.

Cukup pasang mata dan usahakan fokus saat mengawasi. Jauhkan segala hal yang mungkin mengganggu, misalnya seperti bermain ponsel yang rentan membuat perhatianmu jadi teralihkan. 

5. Pastikan anak selalu dalam jangkauan

Sementara bila anak masih berusia dibawah 5 tahun yang artinya belum bisa berenang dengan baik, maka akan lebih baik jika kamu juga ikut terjun ke dalam kolam renang untuk menemaninya berenang. Hal ini bertujuan agar anak senantiasa dalam jangkauan.

Sehingga, bila anak mengalami masalah seperti tidak sengaja menelan air ataupun hampir tenggelam, kamu bisa sigap dan cepat untuk membantunya.

6. Mengajari anak berenang sejak dini

Untuk mengurangi resiko anak tenggelam, maka tak ada salahnya bila membekalinya dengan kemampuan berenang yang dilatih sejak dini. Anak bisa diajarkan berenang sejak masih bayi yakni pada usia 6 bulan.

Kamu bisa melatihnya sendiri, atau bila ragu, mintalah bimbingan dari pelatih renang anak-anak. Jika usia anak sudah mencapai 3 tahun, kamu bisa mendaftarkannya untuk les renang. 

konsultasi virtual
Related posts
Kesehatan

Kebiasaan Buruk Saat Hari Raya Yang Harus Dihindari

Bayi & Anak-AnakKesehatan

Apa Obat Sakit Gigi Anak yang Manjur?

KesehatanPriaWanita

7 Kebiasaan Buruk Saat Puasa yang Tidak Baik Bagi Kesehatan

KesehatanPriaWanita

6 Tips Agar Tetap Sehat Saat WFH Sambil Puasa