Ibu HamilKehamilan

Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Stres atau ketidakstabilan emosi dan mental mempunyai banyak pengaruh pada kondisi fisik tubuh. Stres yang berkepanjangan pun berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh hingga kesehatan jantung. Selain karena disebabkan oleh faktor eksternal seperti pekerjaan, stres pun dapat disebabkan oleh kehamilan.

Baca Juga:

promo rapid test murah

Stres saat hamil berisiko tinggi baik pada ibu hamil maupun pada bayi. Umumnya, stres saat hamil disebabkan oleh kekhawatiran yang intens. Kehamilan pertama dan kekhawatiran akan kesehatan bayi yang berlebihan, ditambah dengan hormon, sangat mudah menyebabkan ibu hamil menjadi stres dan emosional.

Risiko Stres Saat Hamil

Berikut adalah beberapa risiko stres saat hamil:

1. Pengaruh Berat Badan Pada Bayi

Berat badan normal pada bayi berkisar di atas 2.5kg atau 3kg. Umumnya bayi yang terlahir prematur mempunyai berat badan sekitar 1.5kg. Selain dari prematur, tingkat stres ibu hamil pun mempengaruhi berat badan dan kesehatan bayi.

Stres mempengaruhi tingkat tekanan darah dan tekanan darah yang tinggi berpotensi menyebabkan komplikasi pada kehamilan. Bayi yang terlahir dengan berat badan yang sangat kurang dari normal pun menjadi rentan untuk terkena komplikasi seperti gangguan perkembangan paru-paru, masalah gastrointestinal, hingga masalah pada kesehatan mental bayi.

2. Keguguran

Studi riset mempelajari hubungan antara tingkat stres dan keguguran pada kehamilan. Walaupun tingkat stres tidak selalu berarti keguguran pada bayi, riset tersebut menemukan angka keguguran yang lebih tinggi pada ibu hamil dengan tingkat stres berlebihan.

3. Potensi Gangguan Mental Pada Anak

Kondisi mental atau fisik ibu hamil tentunya sangat berpengaruh pada tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Beberapa gangguan kondisi mental yang terjadi pada bayi pun baru terlihat beberapa tahun setelah kelahiran. Contoh gangguan mental yang dapat terjadi pada bayi karena stres pada saat hamil adalah:

  • ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
  • Autisme
  • Temperamen bayi yang tidak stabil
  • Schizophrenia
  • Gangguan tidur pada bayi

Ciri-ciri Stres Pada Ibu Hamil

Mengalami stres pada kehamilan (khususnya kehamilan pertama) sangatlah normal. Setiap ibu hamil pasti menginginkan bayinya untuk tumbuh kembang tanpa gangguan apapun. Namun, hal ini malah seringkali menjadi tekanan yang berlebihan pada ibu hamil.

Maka dari itu, sangatlah penting bagi ibu hamil untuk mem-familiar– kan dirinya dengan perkembangan bayi, dan kondisi hormonal pada saat kehamilan untuk mengurangi emosi dan stres mendadak.

Walaupun stres pada saat kehamilan itu normal, ada beberapa gejala stres atau depresi yang melebihi batas normal dan berpengaruh pada tumbuh kembangnya janin. Beberapa ciri-ciri stres berlebihan pada ibu hamil adalah:

  • Mood swing yang berlebihan dan konstan
  • Mudah dan menjadi sering menangis tiba-tiba
  • Kurangnya energi dan motivasi untuk melakukan apapun
  • Munculnya pikiran-pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau janin
  • Masalah tidur yang konstan dan berlebihan
  • Kondisi fisik yang terus menurun

Cara Mengatasi Stres Saat Hamil

Karena risiko-risiko berbahaya yang dapat terjadi ketika ibu hamil stres berlebihan, sebaiknya melakukan segala cara untuk menjaga emosi ibu hamil. Berikut adalah beberapa cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat stres pada ibu hamil:

  • Bercerita ke orang terdekat tentang keluh kesah sehari-hari
  • Mempelajari tentang kehamilan lebih banyak untuk mengurangi rasa kekhawatiran pada kehamilan
  • Mengunjungi psikolog atau konseling
  • Menjaga konsumsi dan pola makan (diet yang sehat dapat mempengaruhi hormon kortisol pada tubuh)
  • Menghindari konsumsi alkohol dan rokok
  • Melakukan olahraga yang rutin untuk menyeimbangkan hormon kortisol

Salah satu olahraga yang paling sering direkomendasikan pada saat kehamilan adalah prenatal yoga. Selain dapat membantu proses melahirkan, prenatal yoga pun dapat membantu mengurangi stres dan depresi pada ibu hamil.

Untuk terus menjaga kondisi mental dan emosi pada saat kehamilan, ada baiknya kunjungan ke psikolog atau konseling dilakukan secara berkala. Tidak perlu susah-susah menyetir ke rumah sakit atau klinik karena kini Okadoc menyediakan layanan konsultasi virtual dengan psikolog pilihan Anda.

promo konsultasi dokter
Related posts
KehamilanPrakonsepsi

Berbagai Vitamin untuk Program Hamil

KehamilanPersalinan

Tips Melahirkan Normal Lancar dan Cepat

Ibu HamilKehamilan

6 Hal Yang Perlu Dilakukan Saat Hamil

ASI & MPASIBayi & Anak-AnakKehamilan

Inspirasi Menu MPASI 7 Bulan Sehat Untuk Si Kecil