Ibu HamilKehamilan

Kehamilan Ektopik: Gejala dan Penyebab

Kehamilan Ektopik

Apa Itu Kehamilan Ektopik?

Kehamilan terjadi ketika sel telur dibuahi oleh sel sperma. Pada umumnya, sel telur yang dibuahi akan menuju ke tuba falopi selama beberapa hari, dan dari tuba falopi, sel telur akan menuju ke rahim.

Baca Juga:

rapid test

Kehamilan ektopik adalah sel telur yang menempel pada organ tubuh selain rahim. Seringkali terjadi pada kehamilan ektopik, sel telur menempel pada tuba falopi, ovarium, atau serviks. Kehamilan ektopik menyebabkan pertumbuhan sel telur yang abnormal. Sel telur yang dibuahi pun mempunyai kesempatan hidup yang sangat kecil ketika mengalami kehamilan ektopik.

Penyebab Kehamilan Ektopik

Ada beberapa faktor penyebab kehamilan ektopik atau kehamilan tuba. Berikut adalah beberapa penyebabnya:

1. Riwayat kehamilan ektopik

Apabila sebelumnya pernah mengalami kehamilan ektopik, maka risiko kehamilan ektopik akan lebih tinggi.

2. Memiliki riwayat penyakit gonorrhea dan chlamydia

Penyakit menular seksual (PMS) juga dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik khususnya gonorrhea dan chlamydia. Rahim pengidap PMS memiliki protein khusus pada tuba falopinya. Protein inilah yang dapat menyebabkan kehamilan terjadi pada tuba falopi.

3. Riwayat radang panggul

Nyeri panggul atau radang panggul disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui serviks. Umumnya radang panggul disebabkan oleh penyakit menular seksual. Radang panggul juga dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

4. Operasi tuba falopi

Tuba falopi yang rusak dapat mempersulit perjalanan sel telur ke rahim dari tuba falopi.

5. Pemilihan alat kontrasepsi

Beberapa prosedur kontrol kehamilan pun dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik seperti pengikatan rahim apabila kehamilan terjadi setelah prosedur.

6. Merokok

Mirip dengan penyakit gonorrhea dan chlamydia, menurut riset, perokok pun memiliki protein khusus bernama PROKR-1 pada tuba falopinya. Protein ini dicurigai mengganggu otot-otot pada tuba sehingga menyebabkan perjalanan sel telur dari tuba falopi ke uterus terganggu.

Ciri-ciri Kehamilan Ektopik

Mendeteksi kehamilan ektopik semenjak dini adalah langkah preventif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keselamatan bayi dan juga ibu.

Gejala awal dari kehamilan tuba adalah rasa nyeri di panggul yang bertahan selama berhari-hari. Nyeri panggul juga dapat disertai dengan pendarahan ringan di vagina. Gejala awal lain dari kehamilan ektopik mirip dengan kehamilan normal seperti payudara yang nyeri dan mengeras dan rasa mual.

Karena pengecekan gejala kehamilan ektopik yang sulit, disarankan melakukan kontrol dan USG dengan dokter kandungan secara rutin.

Pengobatan Kehamilan Tuba

Untuk mencegah terjadinya komplikasi serius yang dikarenakan oleh kehamilan ektopik, dokter kandungan pun melakukan pengobatan yang efektif. Beberapa pengobatan yang umumnya dilakukan oleh dokter spesialis kandungan adalah:

  • Penyuntikan methotrexate yang dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan sel telur
  • laparoskopi. Operasi invasif yang dilakukan ketika kehamilan ektopik mencapai tahap darurat. Operasi laparoskopi bertujuan untuk mengangkat jaringan ektopik atau tuba falopi yang tertempel sel telur
  • Operasi laparotomi yang mirip dengan operasi laparoskopi dan bertujuan untuk mengangkat jaring ektopik dan tuba falopi akibat pendarahan yang berat

Lakukan Konsultasi Virtual dengan Dokter Terverifikasi dari Rumah Sakit/Klinik Terpercaya! #DiRumahAja

Kenali gejala awal kelainan pada kandungan lebih cepat dengan konsultasi online atau konsultasi virtual ke dokter-dokter pilihan. Kini, kamu bisa melakukan konsultasi virtual dengan dokter dari rumah sakit/klinik terpercaya hanya di Okadoc.

konsultasi virtual
Related posts
Ibu HamilKehamilan

Ini Bahan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

ASI & MPASIKehamilan

Manfaat Mangga Untuk MPASI Si Kecil

Ibu HamilKehamilan

5 Cara Meningkatkan Imunitas Ibu Hamil

Ibu HamilKebugaranKehamilan

Berbagai Manfaat Senam Ibu Hamil