KehamilanPrakonsepsi

Mengapa Susah Hamil? Mungkin Ini Penyebabnya!

Memiliki anak setelah menikah tentu menjadi dambaan bagi semua pasangan suami istri. Namun, kesempatan langsung memiliki momongan setelah menikah ternyata tidak selalu didapatkan oleh semua pasangan.

Baca Juga:

promo rapid test murah

Ada yang bisa segera hamil, tapi ada pula yang membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai akhirnya dikaruniai momongan. Kira-kira, apa saja, sih, penyebab sulit hamil dan bagaimana solusi yang tepat? Berikut penjelasan lengkapnya.

Faktor Penyebab Susah Hamil

susah hamil

Pasangan suami istri sulit hamil dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Berbagai faktor yang menyebabkan sulit hamil di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Salah menentukan masa subur (ovulasi)

Salah penyebab susah hamil mungkin karena kamu salah menentukan masa subur. Rata-rata, siklus normal menstruasi perempuan adalah 28 hari. Cara menentukan siklus masa subur adalah dengan menambahkan 14 hari setelah hari pertama haid (menstruasi).

Namun, banyak perempuan yang berpatokan pada sistem perhitungan tersebut, padahal siklus menstruasi setiap orang berbeda-beda, bisa lebih pendek atau bahkan lebih panjang dari 28 hari.

Untuk menentukan masa subur yang lebih tepat, lakukan penghitungan mundur sebanyak 14 hari terhitung dari hari pertama kamu menstruasi. Jadi, jangan sampai kamu salah menentukan masa subur karena bisa jadi itulah salah satu penyebab kamu sulit hamil.

2. Menunggu terlalu lama untuk konsultasi ke dokter

Belum juga dikaruniai momongan? Jangan tunggu hingga lebih dari satu tahun untuk konsultasi ke dokter.

Segera konsultasikan ke dokter apabila kamu memiliki siklus haid lebih pendek dari 25 hari atau lebih panjang dari 35 hari, sering mengalami nyeri haid yang cukup parah, atau pernah mengalami penyakit radang panggul dan infeksi menular seksual.

3. Masih menjalani gaya hidup tidak sehat

Salah satu penyebab susah hamil juga bisa disebabkan karena kamu dan pasangan masih menjalani gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup tidak sehat meliputi, sering merokok, mengonsumsi alkohol, dan sering mengonsumsi kafein secara berlebihan.

Mengonsumsi makanan-makanan cepat saji juga bisa menjadi salah satu penyebab sulit hamil yang menyebabkan meningkatnya risiko infertilitas (ketidaksuburan). Sebelum melakukan program hamil, pastikan kamu dan pasangan telah menjalani gaya hidup sehat dan memiliki berat badan normal.

4. Obesitas

Sebagian besar kasus ketidaksuburan (infertilitas) disebabkan oleh obesitas, baik pada suami maupun istri. Hal tersebut tentunya dapat disebabkan oleh pola makan yang kurang baik.

Pasangan suami istri yang sering mengonsumsi makanan atau minuman manis tentu akan rentan terkena obesitas sehingga bisa membuat tingkat kesuburan menurun.

5. Berhubungan seks pada saat masa subur saja

Ada kemungkinan, masa subur setiap orang berbeda-beda. Jika kamu telah memiliki tanggalan masa subur, tapi tetap saja bisa lebih cepat sehari atau lebih lama sehari. Tidak pernah ada yang tahu kepastiannya kapan.

Jadi, jika kamu berhubungan seks hanya pada saat perkiraan masa subur saja, ada kemungkinan sel telur sudah terlambat dibuahi.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan peluang pembuahan, kamu dan pasangan dianjurkan untuk berhubungan seks pada 4 hingga 6 hari sebelum waktu perkiraan masa subur, dan 4 sampai 6 hari setelahnya.

Semakin sering kamu dan pasangan berhubungan seks sebelum masa subur, maka akan semakin besar pula peluang pembuahan.

6. Terlalu sering berhubungan seks

Berhubungan seks setiap hari atau beberapa kali dalam sehari juga kurang dianjurkan karena dapat menurunkan jumlah sperma.

Untuk memulihkan jumlah dan kualitas sperma, dibutuhkan waktu beberapa hari. Untuk meningkatkan peluang hamil, kamu dan pasangan dianjurkan rutin berhubungan seks setiap dua hari sekali dalam minggu pertama sebelum masa subur dan seminggu setelahnya.

7. Berpikir bahwa istri yang tidak subur

Kalau menyangkut soal kesulitan hamil, seringkali pasangan dan keluarga memusatkan investigasi pada pihak istri atau perempuan saja.

Padahal, masalah kesuburan juga seringkali disebabkan oleh pihak pria. Jadi, jika kamu dan pasangan berumur di bawah 35 tahun dan belum hamil setelah satu tahun aktif secara seksual, kamu dan pasangan harus segera menemui dokter.

Setelah itu, dokter akan menganalisis sperma pasangan kamu untuk melihat apakah ada masalah pada kesuburannya atau tidak.

8. Menganggap asam folat dapat membantu pembuahan

Untuk membantu pembuahan, seringkali perempuan mengonsumsi asam folat tambahan. Faktanya, vitamin ini tidak akan meningkatkan peluang kehamilan.

Fungsi asam folat yang sesungguhnya adalah untuk membantu pembentukan awal otak dan tulang belakang janin di minggu-minggu awal kehamilan.

9. Pernah menunda kehamilan

Penyebab sulit hamil dapat dipengaruhi oleh riwayat pernah menunda kehamilan. Ada banyak faktor yang menyebabkan beberapa pasangan memilih untuk menunda kehamilan.

Beberapa orang merasa ingin memantapkan karir terlebih dahulu, ada pula yang ingin memiliki rumah atau tabungan pendidikan yang banyak terlebih dahulu, dan lain sebagainya.

Padahal, selama kamu dan pasangan masih berada dalam hubungan yang sehat dan kondisi tubuh yang masih bugar, sebaiknya tidak menunda hamil lebih lama lagi.

10. Stres dan kurang tidur

Ketenangan juga merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki bila ingin segera hamil. Bagi yang sehari-harinya disibukkan dengan pekerjaan, kamu bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk melakukan meditasi atau relaksasi tubuh.

Selain itu, usahakan juga untuk tidak menjadikan hamil sebagai sebuah beban atau tuntutan. Karena, kalau kamu dan pasangan semakin tertekan, malah akan semakin sulit untuk segera mendapatkan momongan.

Jika kamu dan pasangan sering merasa stres dan kurang tidur juga bisa memengaruhi siklus masa subur dan peluang untuk bisa cepat mendapatkan momongan. Untuk itu, kuncinya adalah tenang dan istirahat yang cukup.

Lantas, Apa yang Disarankan oleh Dokter?

susah hamil

Jika kamu dan pasangan belum dikaruniai momongan hingga saat ini, maka ada baiknya konsultasikan ke dokter. Namun, sebelum menentukan jenis program hamil yang akan dijalani, pastikan terlebih dahulu apa penyebab sulit hamil yang kamu alami. Pasalnya, sulit hamil bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu kondisi yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Pertama, pastikan terlebih dahulu tingkat kesuburan suami dan istri. Tes kesuburan pada suami atau laki-laki biasanya dilakukan dengan pemeriksaan sperma di laboratorium.

Sementara itu, tes kesuburan pada istri atau perempuan dilakukan dengan beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan kelainan bentuk organ kandungan (dengan melakukan USG transvaginal), pemeriksaan kelainan fungsional (dengan melakukan USG serial), dan pemeriksaan-pemeriksaan lainnya.

Program kehamilan yang disarankan berdasarkan penyebab susah hamil adalah sebagai berikut:

  • Program hamil alami: Dilakukan untuk pasangan suami istri yang baru menikah, atau pasangan yang mengalami gangguan organ reproduksi ringan, gangguan siklus menstruasi ringan, dan kelainan sperma ringan.
  • Inseminasi: Dilakukan apabila disebabkan karena kondisi sperma laki-laki yang tidak optimal atau kelainan ovulasi.
  • Program bayi tabung: Dilakukan apabila disebabkan karena tuba falopi perempuan tersumbat, sperma yang nihil, dan lain-lain.

Oleh karena itu, program hamil yang akan kamu ambil harus didasarkan dengan penyebab dan kondisi masing-masing. Jadi, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan program kehamilan terbaik yang sesuai dengan kondisi kamu.

Sudah mengusahakan untuk bisa cepat hamil dan memiliki momongan setelah menikah tapi belum kunjung berhasil? Jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya!

Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

promo konsultasi dokter
Related posts
KehamilanPrakonsepsi

Berbagai Vitamin untuk Program Hamil

KehamilanPersalinan

Tips Melahirkan Normal Lancar dan Cepat

Ibu HamilKehamilan

6 Hal Yang Perlu Dilakukan Saat Hamil

Ibu HamilKehamilan

Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya