KebugaranKehamilan

8 Manfaat Senam Kegel untuk Ibu Hamil

Senam Kegel untuk Ibu Hamil

Senam kegel menjadi salah satu latihan yang penting untuk dilakukan oleh ibu hamil. Senam kegel atau sering disebut latihan otot panggul merupakan gerakan untuk mengencangkan serta memperkuat otot dasar panggul atau otot panggul bawah.  Adapun yang termasuk otot panggul bawah antara lain rahim, kandung kemih, dan usus. 

Baca Juga:

rapid test

Faktanya, kehamilan dapat menyebabkan otot panggul bawah melemah dan menyebabkan kebocoran urin. Sebab, ukuran rahim dan berat bayi yang kian tumbuh menekan bagian otot. Padahal selama kehamilan, otot ini akan membantu proses melahirkan untuk mendorong bayi keluar. 

Manfaat Senam Kegel untuk Ibu Hamil

Senam Kegel untuk Ibu Hamil

Senam kegel untuk ibu hamil bermanfaat untuk membantu proses persalinan hingga melahirkan. Bahkan senam kegel untuk ibu hamil juga bisa membuat otot panggul bawah dan vagina berfungsi seperti semula usai melahirkan. Berikut manfaat senam kegel untuk ibu hamil. 

1. Memperkuat Otot Panggul

Senam kegel membantu menguatkan otot panggul yang mendukung kinerja kandung kemih, rahim, dan usus. Dengan memperkuat otot-otot ini selama kehamilan, ibu hamil dapat mengembangkan kemampuan untuk bersantai dan mengendalikan otot-otot saat persiapan persalinan maupun kelahiran.

Seorang ahli mengungkapkan jika perut lemah, ibu hamil tidak akan bisa mendorong bayi untuk keluar dengan efektif. Maka penting untuk memiliki otot panggul yang kuat demi membantu persalinan dan mencegah inkontinensia urin (kesulitan menahan keinginan untuk buang air kecil) ke depannya.

2. Mempermudah Proses Melahirkan

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa senam kegel untuk ibu hamil akan mendukung proses persalinan yang lebih mudah. Sebab, senam kegel membantu memperkuat otot-otot selama kehamilan.  Jadi selama persalinan dan melahirkan, ibu hamil lebih mudah untuk mengontrol ototnya. 

3. Mengurangi Risiko Terjadinya Ambeien

Senam kegel untuk ibu hamil juga membantu mencegah masalah umum yang sering terjadi. Salah satunya adalah ambeien atau wasir, yakni bengkaknya pembuluh darah di anus. Kondisi ini kerap dialami oleh ibu hamil yang memasuki masa akhir trisemester kedua sampai trimester ketiga. 

Ambeien umum terjadi pada ibu hamil karena semakin hari, rahim membesar seingga menekan pembuluh darah panggul dan pembuluh balik bawah. Tekanan tersebut membuat aliran darah dari bagian bawah tubuh menuju jantung lambat sehingga pembuluh darah pada anus membengkak. Dengan rutin melakukan senam kegel, aliran darah akan tetap lancar. 

4. Mencegah Terjadinya Komplikasi

Senam kegel juga berfungsi untuk mengurangi kemungkinan ibu hamil mengalami komplikasi seperti robeknya vagina. Sebuah studi mengungkapkan sekitar sepertiga wanita mengalami vagina robek saat melahirkan. 

Kondisi vagina robek saat melahirkan disebabkan oleh beberapa hal seperti waktu persalinan yang terlalu lama sehingga terjadi pembengkakan. Dengan melakukan senam kegel, ibu hamil dapat mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi saat melahirkan karena otot panggul telah dilatih sehingga persalinan tak memerlukan waktu lama.

5. Mencegah Kemungkinan Tindakan Episiotomi

Tak jarang, sebagian ibu hamil harus mengambil tindakan episiotomi atau pembedahan memperbesar lubang vagina untuk membuka jalan lahir bayi yang lebih besar. Salah satu penyebabnya adalah dari pihak ibu yang tidak bisa lagi memberikan dorongan untuk melahirkan bayi. Senam kegel diperlukan untuk melatih otot, melunakkan perineum, dan mencegah perobekan saat persalinan.

6. Membantu Mengontrol Kandung Kemih

Ibu hamil sering mengalami buang air kecil yang terlalu sering atau bahkan mengompol saat sedang batuk atau tertawa. Hal ini disebabkan berkurangnya kontrol kandung kemih pada ibu hamil.

Faktanya, ibu hamil mengalami perubahan hormon yang membuat aliran darah ke ginjal semakin cepat. Sehingga kandung kemih lebih serung penuh dan menghasilkan lebih banyak urin. Dengan melakukan senam kegel, otot di sekitar vagina akan menguat dan ibu hamil punya kendali kontrol terhadap kandung kemih yang lebih baik. 

7. Menjaga Kesehatan Otot Usai Melahirkan

Senam kegel juga dianjurkan untuk dilakukan selama periode postpartum. Periode ini terjadi setelah keluarnya plasenta sampai alat–alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal berlangsung selama enam minggu atau 42 hari. Postpartum kerap diseut masa nifas yang merupakan waktu untuk perbaikan tubuh selama persalinan dan kelahiran.

Senam kegel yang dilakukan pada periode ini akan meningkatan kekuatan otot panggul serta membantu otot kembali sehat. Bahkan senam kegel juga bisa membantu meningkatkan kontrol kemih pada periode ini.

8. Meningkatkan Intensitas Orgasme

Pada wanita, senam kegel juga berfungsi untuk kesehatan seksual bahkan meningkatkan kepuasan hubungan intim. Dengan menekan otot panggul saat berhubungan intim, pasangan bisa merasakan sensasi tersendiri. 

Beberapa wanita dalam sebuah studi mengungkapkan bahwa senam kegel telah memperbaiki kehidupan seks mereka. Sebab, otot panggil yang lebih kuat lebih mudah berkonstraksi selama orgasme. Senam kegel pun meningkatkan aliran darah ke bagian panggul. Maka setelah melahirkan, sebaiknya tetap lakukan senam kegel untuk mendapatkan kepuasan saat berhubungan intim. 

Gerakan Senam Kegel untuk Ibu Hamil

Senam Kegel untuk Ibu Hamil

Senam kegel adalah latihan yang tak memerlukan peralatan dan bisa dilakukan di mana saja. Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya lakukan senam kegel dengan tepat. Terutama dalam menemukan otot panggul bawah. Berikut langkah gerakan senam kegel untuk ibu hamil.

1. Temukan Posisi Otot Panggul Bawah

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan dengan menghentikan aliran urin ketika buang air kecil. Jika ibu hamil melakukannya dengan tepat dan urin berhasil terhenti, otot tersebutlah yang perlu diaktifkan saat melakukan senam kegel. 

Ibu hamil juga bisa menemukan posisi otot panggul bawah dengan memasukkan jari ke vagina. Caranya, cuci tangan terlebih dahulu. Masukkan jari ke vagina, lalu jika mulai merasakan ada tekanan, kencangkanlah otot panggul. Jika terjadi tekanan, di situlah posisi otot panggul. 

2. Kosongkan Kandung Kemih 

Penting untuk mengosongkan kandung kemih terlebih dahulu sebelum melakukan senam kegel. Senam kegel tidak dianjurkan dilakukan saat ingin buang air kecil karena bisa menyebabkan infeksi kandung kemih.

3. Tentukan Posisi Ternyaman

Setelah menemukan otot panggul bawah, cobalah beberapa posisi sampai menemukan posisi yang nyaman. Senam kegel bisa dilakukan dalam posisi apapun, seperti duduk, berbaring, atau berdiri. 

4. Lakukan Senam Kegel dengan Tepat

Kontraksikan otot-otot selama 5 selama 10 detik, kemudian lemaskan, ulangi 10 sampai 20 kali. Bernapaslah dengan normal selama latihan  dan usahakan untuk tidak mengencangkan otot dada, kaki, bokong, atau perut selama senam kegel.

5. Rutin Melakukan Senam Kegel

Senam kegel merupakan latihan yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Maka untuk mendapatkan hasil yang optimal untuk proses persalinan, lakukan senam kegel tiga kali sehari di sela-sela beraktivitas. Misalnya lakukan senam kegel setelah bangun tidur, saat di perjalanan, saat menunggu lift, menonton TV, atau sebelum tidur.

Namun jangan coba meningkatkan intensitas senam kegel. Terlalu sering melakukan senam kegel justru bisa berbahaya, seperti terlalu kencangnya otot panggul dan vagina hingga merasakan sakit saat berhubungan intim.

Semoga bermanfaat!

konsultasi virtual
Related posts
Ibu HamilKehamilan

Ini Bahan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Gaya HidupKebugaran

Berbagai Manfaat Olahraga Saat Puasa

Gaya HidupKebugaran

Gerakan Yoga yang Aman Dilakukan Saat Puasa

ASI & MPASIKehamilan

Manfaat Mangga Untuk MPASI Si Kecil