KehamilanPrakonsepsi

Ini Ciri dan Tanda Masa Subur Wanita agar Cepat Hamil

tanda masa subur

Bagi wanita, masa subur menjadi salah satu hal yang penting untuk diketahui. Apalagi bagi mereka yang ingin cepat hamil. Karena masa ini dapat menjadi cara agar proses pembuahan dapat dilakukan dengan maksimal. Sehingga, peluang terjadinya kehamilan pun menjadi lebih besar.

Sebenarnya, sasa subur wanita tidak hanya bisa diketahui dari sistem kalender. Masa subur bisa juga diketahui dengan merasakan beberapa ciri atau tanda-tanda tertentu yang dialami akan dialami oleh wanita. Tanda ini justru dinilai lebih efektif untuk mengetahui masa subur.

Baca Juga:

Masa subur wanita biasanya terjadi setiap bulan. Jika sel telur dilepaskan dari ovarium dan berhasil dibuahi oleh sperma pada masa subur, potensi hamil pun semakin tinggi. Proses inilah yang disebut ovulasi dan menjadi momen penting bagi wanita jika ingin hamil.

Biasanya, perhitungan waktu ovulasi adalah 13 atau 14 hari sejak wanita mengalami siklus menstruasi. Namun, hal ini bisa berbeda pada setiap wanita. Oleh karena itu, ada baiknya jika mengetahui langsung apa saja ciri dan tanda wanita mengalami masa subur.

Ciri dan Tanda Ketika Wanita Mengalami Masa Subur

tanda masa subur

Bukan hanya dari segi waktu, setiap wanita akan mengalami tanda-tanda masa subur yang berbeda. Bahkan, ada sebagian wanita yang tidak merasakan tanda-tanda tersebut. Nah, berikut tanda-tanda masa subur yang perlu kamu perhatikan.

1. Terjadinya perubahan suhu tubuh

Ketika wanita sedang dalam masa subur biasanya akan mengalami perubahan suhu tubuh. Suhu basal atau suhu tubuh istirahat akan mengalami perubahan dan biasanya terjadi ketika baru bangun tidur. Saat mendekati masa subur, suhu tubuh biasanya akan mengalami penurunan. Suhu tubuh ini berkisar antara 36,1 sampai 36,4 derajat celcius.

Setelah itu, suhu tubuh akan kembali naik sekitar 0,5 sampai 1 derajat celcius setelah melewati masa subur. Kamu bisa mencatat rata-rata suhu tubuhmu setiap bulan untuk mengetahui adanya perubahan tersebut.

2. Meningkatnya gairah seks

Jika kamu menyadari, masa subur membuat gairah seksmu meningkat dibanding hari-hari biasanya. Wanita yang berada dalam masa subur biasanya memiliki keinginan untuk melakukan hubungan seks yang lebih tinggi. Hal ini biasanya terjadi selama beberapa hari. Meningkatnya gairah seks ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh juga siap untuk melakukan reproduksi.

3. Keluarnya cairan serviks

Sekresi pada leher rahim atau yang dikenal sebagai lendir serviks akan meningkat ketika mendekati ovulasi. Lendir ini akan berubah menjadi seperti putih telur dan akan membantu sperma masuk ke dalam sistem reproduksi wanita. Sehingga hubungan seksual pun menjadi lebih mudah. Hal ini menjadi salah satu tanda wanita subur setelah mengalami siklus haid.

Ketika tidak dalam masa subur, lendir serviks biasanya lebih lengket. Perubahan yang terjadi ini bisa juga digunakan untuk memprediksi ovulasi. Karena ovulasi biasanya terjadi ketika jumlah cairan basah paling banyak. Namun, setiap wanita bisa mengalami jenis cairan serviks yang berbeda.

4. Muncul bercak berwarna kecokelatan

Selama masa subur, wanita juga akan mengalami muncul bercak berwarna cokelat hingga kemerahan. Kamu tidak perlu khawatir, karena kondisi ini normal. Bercak cokelat ini merupakan folikel telur yang akan melepaskan diri untuk menyambut pembuahan. Hal ini biasanya menimbulkan sejumlah pendarahan kecil.

Namun, jika kamu mengalami gejala lain ketika munculnya bercak, seperti nyeri perut yang berlebihan hingga demam, ada baiknya jika segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini untuk menghindari terjadinya infeksi.

5. Mengalami nyeri ringan pada panggul atau perut bagian bawah

Tanda yang paling mudah dikenal ketika terjadinya ovulasi adalah terasa nyeri pada panggul atau perut bagian bawah. Nyeri ringan ini biasanya terjadi di salah satu sisi bagian tersebut. Nyeri ini juga biasa disebut sebagai sensasi mittelschmerz yang bisa terjadi selama beberapa menit hingga beberapa jam. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa nyeri ini akan terjadi tepat sebelum wanita mengalami ovulasi.

6. Terdapat perubahan pada payudara

Tanda berikutnya ketika wanita mengalami masa subur adalah adanya perubahan pada payudara. Hormon yang diproduksi tubuh setelah ovulasi akan menyebabkan payudara terasa lunak ketika disentuh.

Selain itu, aliran hormon yang masuk ke dalam tubuh tepat sebelum dan sesudah ovulasi juga menyebabkan sensitivitas pada payudara dan puting susu. Kelembutan dan rasa sakit pada payudara juga bisa menjadi tanda lain terjadinya ovulasi.

7. Rahim terasa lebih lembut dan terbuka

Masa ovulasi juga menyebabkan posisi rahim lebih terbuka. Hal inilah yang membuat vagina terasa lebih lembut dibanding hari-hari biasanya. Selain itu, vagina pun menjadi lebih sensitif. Namun, kondisi ini biasanya akan membuat hubungan seksual terasa sedikit lebih menyakitkan. Hal ini terjadi karena vagina terlalu banyak memproduksi cairan pelumas akibat sekresi yang terjadi.

Cairan yang keluar pun akan lebih banyak dan lebih cepat basah ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Sehingga, tidak perlu ragu untuk membicarakan hal ini dengan pasangan agar saat melakukan hubungan seksual kalian lebih berhati-hati.

8. Perut terasa kembung

Kondisi perut yang terasa kembung juga bisa menjadi tanda wanita mengalami masa subur. Kondisi ini terjadi karena adanya peningkatan pada retensi air akibat meningkatnya kadar estrogen dalam tubuh. Tanda ini bisa terjadi secara tiba-tiba. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena perut kembung ini bisa menghilang begitu saja tanpa harus diobati.

9. Mengalami sakit kepala dan mual

Saat mendekati ovulasi, wanita juga sering mengalami sakit kepala hingga mual. Sekitar 20 persen wanita mengalami hal ini ketika masa subur. Sakit kepala biasanya terjadi setelah siklus menstruasi berakhir. Kondisi ini disebabkan karena melonjaknya hormon yang berimbas pada fluktuasi hormon lainnya.

Selain itu, mual juga bisa dianggap sebagai tanda masuknya ovulasi pada wanita. Wanita akan merasakan mual pada pertengahan bulan setelah masa menstruasinya berakhir. Mual juga menjadi gejala PMS akibat peningkatan hormon yang terjadi.

10. Menjadi lebih sensitif

Tubuh yang lebih sensitif juga bisa menjadi tanda bahwa wanita sedang mengalami masa subur. Biasanya, indera penciuman yang akan lebih sensitif dibanding indera lainnya. Beberapa wanita merasakan indera penciumannya lebih tajam dibanding hari-hari biasanya. Kondisi ini umumnya terjadi ketika siklus haid berakhir.

Cara Mengetahui Masa Subur dengan Sistem Kalender

tanda masa subur

Jika tidak mendeteksi tanda-tanda di atas, kamu juga bisa mengetahui masa subur dengan sistem kalender. Berikut rumus kalkulator masa subur yang bisa kamu coba.

  • Pertama, Ketahui terlebih dahulu berapa lama siklus haid kamu biasanya berlangsung. Jika mengalami siklus haid selama 21 hari, berarti kamu memiliki siklus pendek. Sedangkan, jika mengalami siklus haid selama 35 hari, berarti kamu memiliki siklus panjang.
  • Jika kamu memiliki siklus pendek, kurangi saja dengan angka 18 setiap bulannya. Sedangkan, jika kamu memiliki siklus panjang, kamu bisa mengurangi dengan angka 11. Dari situlah, kamu bisa mendapatkan kapan tanggal masa suburmu terjadi.

Nah, itu tadi beberapa tanda dan langkah-langkah yang bisa kamu terapkan untuk mengetahui masa subur. Masa subur wanita terjadi hanya sekali dalam satu bulan. Sel telur yang dilepaskan oleh ovarium dan tidak dibuahi oleh sperma akan mati dalam 12 hingga 24 jam.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengatur waktu hubungan seksual. Dan kehamilan bisa terjadi ketika pasangan melakukan hubungan seks paling tidak 5 hari sebelum ovulasi terjadi. Semoga bermanfaat!

Related posts
Ibu HamilKehamilan

Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

ASI & MPASIBayi & Anak-AnakKehamilan

Inspirasi Menu MPASI 7 Bulan Sehat Untuk Si Kecil

KehamilanPersalinan

Mengenal Depresi Postpartum dan Cara Mengatasinya

KehamilanPersalinan

8 Tips Cepat Pulih dari Operasi Caesar