KecantikanKulit

Serba Serbi Jerawat Batu yang Harus Kamu Tahu

serba serbi Jerawat Batu

Mendadak muncul jerawat batu di dahi, hidung, atau dagu? Selain menimbulkan nyeri dan gatal, jerawat yang satu ini memang bisa buat rasa percaya diri kamu turun.

Baca Juga:

rapid test

Dilansir dari studi dari The British Skin Foundation, sekitar 95 % pasien menganggap bahwa jerawat berdampak besar dalam hidup mereka. Bahkan 63% orang mengaku merasa nggak PD karena masalah jerawat. Jika tak ditangani serius, jerawat juga berkontribusi meningkatkan depresi dan kasus bunuh diri di kalangan anak muda.

Nah, meski begitu kamutidak perlu panik. Kamu hanya perlu belajar tentang serba-serbi jerawat batu, mulai dari mengenali penyebabnya hingga kiat untuk mencegah agar si jerawat bandel ini tak kembali lagi.

Apa itu Jerawat Batu?

serba serbi Jerawat Batu

Istilah jerawat batu sendiri hanyalah sebutan yang disematkan oleh masyarakat awam. Secara medis, jerawat semacam ini disebut Cystic Acne. Jerawat ini sering muncul pada remaja (13 tahun ke atas) yang mengalami pubertas. Meski dalam beberapa kasus juga terjadi pada usia dewasa (di atas 30 tahun) akibat faktor hormonal.

Jerawat batu umumnya berupa jerawat yang berukuran besar yang bisa timbul di wajah, dada, punggung, atau leher. Selain itu juga ditandai dengan ukuran benjolan yang besar, padat, dan berwarna kemerahan. Pada jerawat batu terjadi peradangan akibat infeksi bakteri, sehingga saat tersentuh pun terasa sakit.

Kondisi peradangan pada jerawat batu tergantung dari kadar sebum dan infeksi bakteri. Semakin nyeri dan bengkak jerawat batu, maka semakin serius kondisinya. 

Apalagi jika kamu punya kebiasaan memencet jerawat. Kuman dari tangan bisa memperburuk inflamasi dan nantinya bisa membuat jerawat berbekas secara permanen.

Seperti Apa Bekas Jerawat Batu?

serba serbi Jerawat Batu

Kamu mungkin berharap bahwa saat jerawat batu muncul, bekasnya bisa hilang seperti jerawat biasa. Sayang sekali jerawat satu ini tergolong jerawat yang susah disembuhkan. Bisa dalam hitungan minggu bahkan berbulan-bulan. 

Posisinya yang masuk ke dalam lapisan dermis membuat jerawat ini nggak akan muncul ke permukaan. Sehingga saat pecah, jerawat ini bisa menembus ke dalam dan merusak sel-sel kulit yang sehat. 

Tak heran jika jerawat batu sangat dibenci. Bukan hanya merusak penampilan, tapi juga meninggalkan bekas scar permanen di wajah. Satu biji jerawat batu minimalnya akan membekas seperti tipe ice pick scar

Sementara jika jerawat ini bergerombol di satu tempat, bekas yang timbul bisa lebih buruk lagi. Bekas jerawat untuk Cystic acne yang bergerombol biasa muncul di bagian pipi dan disebut dengan “worm eaten scarring“.

Apa sih Faktor Penyebab Jerawat Batu Muncul di Wajah?

serba serbi Jerawat Batu

Faktor penyebab jerawat batu bukan karena terlalu banyak memikirkan “doi”. Itu hanyalah mitos yang tak berdasar. Faktanya, menurut hasil studi di Inggris pada tahun 2015, ada 200 % kenaikan persentase jumlah orang dewasa yang datang untuk masalah jerawat. 

Bisa disimpulkan bahwa soal jerawat dengan berbagai jenis variasinya bisa menimpa siapa saja. Baik remaja hingga usia dewasa.

Setidaknya tiga hal yang menjadi penyebab jerawat bandel ini muncul di wajah adalah:

1. Hormon Androgen

Hormon ini menjadi penyebab jerawat batu di mana banyak terjadi pada anak remaja. Meningkatnya level hormon bisa mendorong perubahan kondisi kulit, dan membuatnya rentan dengan jerawat akibat produksi sebum dan minyak secara berlebih.

Pada perempuan dewasa, ketidakseimbangan hormon juga mempengaruhi munculnya jerawat. Terutama saat periode siklus menstruasi, kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi, maupun menopause. Jerawat batu juga sering muncul pada perempuan yang mengalami polycystic ovary syndrome (PCOS).

2. Faktor Keturunan

Bagi sebagian orang, kecenderungan wajah mudah berjerawat adalah karena faktor orang tua. Jika salah satu orang tuamu memiliki kecenderungan berjerawat parah, kemungkinan besar kamu pun juga sama.

3. Faktor Kosmetik

Beberapa produk kosmetik dan skin care bisa menjadi penyebab munculnya jerawat. Terutama jika produk tersebut menyumbat pori-pori. Bagi yang rentan berjerawat, ada baiknya kamu pilih produk yang berbahan dasar air.

Menangkal si Jerawat Batu dengan Mengatur Asupan Makanan

serba serbi Jerawat Batu

Meski faktor hormon menjadi pemeran utama dalam munculnya jerawat batu, tak ada salahnya untuk mengendalikan asupan diet yang kita konsumsi. Karena faktor makanan pun bisa membantu naik-turunnya kadar hormon dalam tubuh kita. Yang mana fluktuasi hormon bisa memicu jerawat.

Selain itu kamu pun perlu menjaga gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral. Kulit yang bebas jerawat adalah sinyal dari pencernaan yang sehat pula. 

Beberapa kebiasaan baik dalam mengatur diet dan asupan makanan terkait mencegah jerawat yaitu:

  • Konsumsi teh hijau secara rutin
  • Lakukan detoks dengan minum air dan perasan jeruk lemon di pagi hari saat perut kosong
  • Pilih sayuran berwarna hijau yang segar dan organik
  • Jauhi makanan dan minuman yang mengandung zat aditif (contohnya, makanan berpengawet, minuman dengan pemanis buatan, dll.)
  • Minum air minimal 8 gelas per hari. Untuk membantu pembuangan racun dalam tubuh

Sementara itu ada beberapa jenis produk makanan/minuman yang bisa memperburuk kondisi jerawat batu. Beberapa produk di bawah ini perlu kamu batasi atau jangan dikonsumsi sama sekali, agar kulitmu lekas membaik.

  • Produk Susu. Mengkonsumsi susu, keju, es krim, dan yoghurt bisa memicu keseimbangan hormon dalam tubuh. Produk susu menghasilkan produksi sebum berlebih sehingga kulit rentan terkena jerawat. Namun, kamu perlu mengetahui apakah jerawat muncul karena intoleransi dengan produk susu atau karena faktor makanan lain. Jika selama 3 minggu atau lebih, kamu bebas jerawat karena stop mengkonsumsi produk susu, berarti langkahmu sudah benar. Sebaliknya, jika jerawat tetap muncul meski sudah berhenti mengkonsumsi produk susu, artinya ada faktor makanan lain yang bisa menjadi penyebab. Misalnya, protein pada telur, ayam, atau makanan lain.
  • Diet Karbohidrat. Dampak positif dengan diet karbo adalah kulit menjadi bebas dari jerawat. Terutama dari yang berpotensi membawa infeksi seperti pada jerawat batu. Selain itu makanan seperti nasi putih, roti, pasta, mie ini tergolong makanan dengan indeks glikemik tinggi yang memacu kadar gula dalam darah. Solusinya? Konsumsi saja sumber karbo lain seperti: gandum utuh atau beras merah. 
  • Gula, Kafein, dan Processed Foods. Selain karbohidrat, gula, makanan/ minuman manis, kafein, termasuk makanan yang diproses (misalnya, makanan kaleng, makanan siap saji, dll.) harus dibatasi. Bahkan lebih baik lagi jika kamu tidak mengkonsumsinya sama sekali.

Tips Mencegah Jerawat Batu

serba serbi Jerawat Batu

Mulai sekarang kamu perlu melakukan kebiasaan baik untuk wajahmu. Agar si jerawat batu bisa enyah dengan segera.

  • Jangan biarkan jerawat batu tersentuh (baik dengan tangan atau rambut. Termasuk juga layar hp yang kurang bersih).
  • Rutin melakukan eksfoliasi kulit agar sel-sel kulit mati segera mengelupas dan membantu munculnya sel-sel kulit baru. 
  • Gunakan serum yang sesuai jenis kulitmu. Serum berfungsi untuk memberi nutrisi pada kulit dan membantu meremajakan sel-sel kulit sehat.
  • Lakukan detoksifikasi dengan mengkonsumsi makanan sehat. Konsumsi jus sayuran hijau yang kaya Vitamin B6 untuk membantu kesehatan pencernaan.
  • Obati jerawat batu yang membandel sesuai saran dokter spesialis.

Cara Mengobati Jerawat Batu (Cystic acne)

serba serbi Jerawat Batu

Pengobatan Cystic acne umumnya melibatkan campur tangan dokter spesialis kulit jika kamu ingin terhindar dari scar atau bekas jerawat permanen yang mengganggu penampilan. Beberapa pengobatan yang umumnya diberikan oleh dokter spesialis adalah:

1. Salep Topikal

Dokter kemungkinan meresepkan salep yang bisa dioleskan ke jerawat untuk meminimalkan inflamasi dan infeksi jerawat. Beberapa jenis salep yang diberikan biasanya termasuk asam salisilat (salicylic acid), antibiotik, dan retinoid. Biasanya salep ini untuk jerawat batu yang masih dalam kategori ringan.

2. Obat/ Pil Antibiotik

Jika kondisi jerawatmu tergolong serius, dokter biasanya akan memberi obat untuk diminum. Kandungan obat berupa doxycycline, tetracycline, minocycline, trimethoprim, trimethoprim-sulfamethoxazole, erythromycin, dan azithromycin

Obat oral digunakan apabila jerawat sudah terlanjur meluas dan susah ditangani dengan salep topikal. Bakteri terlanjur resisten, sehingga perlu penambahan antibiotik dari dalam.

3. Antibiotik Oral dan Retinoid Topikal

Dalam beberapa kasus, dokter bisa jadi memberikan resep untuk pasien yang mengalami masalah jerawat yang parah seperti Cystic acne dengan antibiotik oral dan retinoid topikal. Kedua pengobatan ini kadang digabungkan untuk hasil yang efektif. 

4. Isotretinoin

Pengobatan dengan Isotretinoin akan diberikan hanya untuk Cystic acne yang parah. Meski dianggap cukup efektif, pengobatan ini hanya terbatas untuk pasien yang tidak hamil. Karena dampak negatif obat ini adalah munculnya cacat serius pada janin.

5. Mikrodermabrasi

Salah satu prosedur perawatan kulit dengan pembersihan pori-pori secara menyeluruh. Selain bisa menyamarkan bekas jerawat, mikrodermabrasi juga bisa membuat kulit tampak sehat.  

6. Laser

Perawatan dengan laser membantu menghaluskan garis-garis di wajah, memperbaiki tekstur kulit, dan meminimalkan noda bekas jerawat maupun scar.

konsultasi virtual
Related posts
Kecantikan

Peralatan Kecantikan yang Mudah Kotor Tapi Sering Lupa Dibersihkan

KecantikanKulit

Muncul Jerawat di Kepala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

KecantikanKulit

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Alami

KecantikanKulit

Berbagai Cara Menyamarkan Garis Senyum