KecantikanKulit

Bahaya Pakai Tester Kosmetik; Dari Herpes hingga Alergi

Suka beli makeup di gerai yang menyediakan tester kosmetik? Beberapa brand makeup memang memajang display khusus berisi warna-warni produk sampel yang bisa disesuaikan tone warna kulit. 

Di satu sisi, kamu perlu tahu makeup tersebut cocok nggak, sih di kulit? Apakah hasilnya bagus? Apalagi jika harga kosmetiknya mahal. Adanya sampel produk brand kosmetik sangat penting secara ekonomis.

Baca Juga:

Sementara di sisi lain, kosmetik yang dipajang sudah dipakai banyak orang. Bayangkan kamu calon pembeli ke berapa? Bagaimana bila pemakai sebelumnya sakit? Belum cuci tangan? Atau ada masalah lain? Yuk cari tahu mengenai bahaya pakai tester kosmetik di sini! 

Benarkah Tester Kosmetik Kurang Higienis?

bahaya pakai tester kosmetik

Sebenarnya kosmetik yang sudah lolos uji Badan POM RI tergolong aman. Terlebih jika kamu memakainya dalam keadaan baru dan bersegel baik dari toko resminya. 

Kosmetik harus disimpan dengan tepat, dijauhkan dari apa saja yang bisa merusak kandungannya termasuk menjaga agar kosmetik tetap higienis di dalam wadah. Termasuk suhu yang tinggi (di atas 29° C), kelembaban tinggi, hingga pemakaian berganti-ganti dengan orang lain.

Sementara pada tester makeup yang banyak dipakai bergantian, risikonya lebih besar. Yakni adanya kontaminasi bakteri, kuman, virus, dan mikroba berbahaya lainnya dari satu orang ke orang lain. 

Tester produk kecantikan seringnya tidak higienis karena cara pemakai menggunakan tester beragam. Ada yang sembarangan menggunakan secara langsung, ada yang sedang sakit, dan masalah kesehatan lainnya.

Bahkan bagi yang sehat sekali pun, bisa juga menyebarkan kontak penyakit. Alasannya kulit manusia meski selalu dijaga kebersihannya, tetap saja mengandung bakteri. Mulai dari bakteri baik hingga bakteri jahat. 

Pada tester kosmetik yang kotor dan terkontaminasi kuman. Minimalnya bisa menjadi penyebab penularan virus, jamur, dan bakteri. Mulai dari yang ringan seperti Propionibacterium acnes (penyebab jerawat), hingga virus herpes simpleks (penyebab herpes mulut).

Mikroba dalam Kosmetik yang Tercemar

bahaya pakai tester kosmetik

Tahukah kamu bahwa di dalam kosmetik yang tercemar bisa ditumbuhi mikroba penyebab masalah kulit? Mikroba yang umumnya ditemukan pada kosmetik adalah Staphylococcus, Aeromonas, Propionibacterium, dan Enterococcus

Mikroorganisme ini bisa tumbuh dengan cepat apalagi dalam kondisi wadah lembab, hanya dalam waktu 48 hingga 72 jam. 

Ditambah lagi dengan komposisi makeup dan kandungan nutrisi yang sesuai dengan habitat perkembangbiakan bakteri. Semakin alami kandungan nutrisi produk kosmetik, semakin mudah ditumbuhi mikroba. 

Produk yang kadar kelembabannya tinggi dan banyak mengandung nutrisi justru lebih cepat masa pakainya. Sehingga harus sering diganti dengan yang baru. 

Apa Saja Risiko Memakai Tester Makeup Bergantian?

bahaya pakai tester kosmetik

1. Herpes Bibir (Cold Sores)

Menurut ahli mikrobiologi dari Universitas Guelph, Keith Warriner, ada risiko besar jika memakai kosmetik bekas pakai orang lain. Apalagi jika makeup tersebut diaplikasikan ke area wajah yang sensitif seperti mata dan bibir.

Produk kosmetik bibir yang kurang steril bisa menyebabkan berbagai masalah. Di antara risiko yang terjadi adalah munculnya gejala inflamasi, infeksi saluran pernafasan, lesi dan cold sores  (herpes pada area bibir).

Pendapat senada juga disampaikan oleh dermatologis dari Mount Sinai Hospital in New York, Joshua Zeichner. Ia menjelaskan bahwa virus bisa hidup di dalam tube lipbalm atau lipstik.

Jika produk bibir secara langsung menyentuh lesi herpes simpleks yang aktif, maka virus herpes simpleks kemungkinan berpindah. Jika ada orang kemudian memakai produk itu, virus bisa tersebar.

Herpes bibir disebabkan virus herpes simpleks tipe-1. Di mana herpes ini memiliki gejala yakni rasa terbakar pada mulut, muncul lesi berisi cairan yang pedih, dan setelah lesi tersebut pecah, cairan yang keluar bisa menular ke orang lain.

2. Konjungtivitis (Mata Merah)

Bahaya lain dari tester kosmetik selain herpes adalah konjungtivitis. Yakni penyakit mata yang timbul karena mengaplikasikan makeup langsung ke area mata. Biasanya terjadi karena pemakaian produk seperti maskara atau eyeliner. Di mana terjadi kontak antara maskara dengan bagian mata.

Konjungtivitis membuat mata terlihat merah. Karena pembuluh mata di area selaput putih mata terlihat jelas.  Mata yang terinfeksi konjungtivitis akan terasa sakit dan silau saat terkena cahaya.

3. Alergi

Selain risiko bakteri atau virus, dampak dari kontak dengan bahan makeup pun bisa menyebabkan alergi. Jika reaksi kulit terasa perih, gatal, atau terlihat ruam dan bengkak dalam hitungan menit hingga satu jam, maka kemungkinan besar kamu terkena alergi pada kosmetik tersebut. 

Hanya saja untuk menilai apakah benar kamu memiliki alergi khusus pada produk kosmetik tertentu, kamu perlu konsultasikan dulu ke dokter terkait.

Tester Kosmetik Apa yang Paling Rawan Bakteri?

bahaya pakai tester kosmetik

Makeup yang paling banyak mengandung bakteri umumnya ada pada makeup yang bertekstur lembab. Beberapa produk dengan kandungan nutrisi seperti pelembab, foundation cair, dan masker wajah yang diinfus cairan vitamin, membuat mikroba tumbuh subur dengan cepat. 

Sementara pensil alis, eyeshadow, dan eyeliner tergolong lebih aman. Karena produk ini kering dan tidak menyediakan ruang bagi bakteri untuk tumbuh kembang bakteri. 

Selain faktor kelembaban, seberapa banyak-sedikitnya jumlah produk yang dipakai menentukan faktor lain. Beberapa produk kosmetik mulai dari yang paling mudah terpapar kotoran adalah:

  • loose powder foundation/ alas bedak tabur
  • lipstik
  • lip gloss
  • foundation cair
  • foundation padat
  • pemerah pipi
  • maskara
  • eyeliner
  • eye shadow
  • pensil alis

Cara Aman Memakai Tester Makeup

bahaya pakai tester kosmetik

1. Makeup Cair atau Krim (BB cream, foundation cair, dll)

  • Tuang isi krim/gel dari botol makeup secukupnya.
  • Usahakan jangan menempelkan bagian mulut botol langsung ke kulitmu agar terhindar dari risiko terkontaminasi. 

2. Lipgloss, Lipbalm, dan Lipstik

  • Untuk Lipstik. Pertama, usap bagian permukaan lipstik dengan alkohol. Jika tidak ada alkohol, kamu bisa meminta tolong pada petugas toko untuk membersihkan tube lipstik sebelum kamu mencobanya. 
  • Setelah lipstik steril, barulah kamu bisa memakai cotton bud bersih untuk melihat tone warna lipstik idaman di bagian punggung tangan.
  • Sementara untuk lipgloss, kamu bisa mencelupkan cotton bud bersih ke dalam cairan dan mengusapkan ke punggung tangan untuk melihat hasilnya.

3. Makeup dalam Bentuk Stik (concealer, bronzer, highlighter, dan perona pipi)

  • Gunakan tisu steril untuk mengusap bagian terluar tester.
  • Ambil sedikit dengan cotton bud lalu usapkan di punggung tangan.

4. Pensil Alis, Pensil bibir, dan Eyeliner

  • Semprot pensil dengan alkohol. Lalu raut dengan rautan steril khusus yang bersih.
  • Tunggu hingga muncul permukaan baru di dalam pensil dan baru kamu coba aplikasikan ke kulit tangan.

5. Bedak Padat

  • Sediakan tisu basah yang bersih.
  • Lap permukaan wadah compact powder dengan tisu.
  • Gunakan brush yang bersih, lalu sapukan ke punggung tangan.
  • Ingin lebih aman lagi? Semprot permukaan palet bedak padat dengan alkohol. Kelupas sedikit permukaan bagian paling atas dengan tisu. Baru setelah itu kamu bisa mencoba mengaplikasikannya ke kulit.
  • Hal yang sama bisa dilakukan untuk eyeshadow.

Tips Lain Seputar Tester Kosmetik

bahaya pakai tester kosmetik

Kiat menggunakan tester kosmetik yang aman dan higienis ini  bisa kamu terapkan mulai sekarang.

  • Pastikan tangan steril dan higienis sebelum memakai kosmetik. Cuci tangan atau gunakan gel pembersih tangan.
  • Pastikan alat kosmetik yang kamu pakai juga bersih/steril. Agar terhindar dari perpindahan kuman, gunakan cotton bud sekali pakai dan jangan oles berulang kali.
  • Periksa konter yang menjual sampel kosmetik. Apakah ada debu atau kotoran yang menempel di wadahnya? Hindari mencoba tester di toko atau konter yang terlihat kotor.
  • Jika kamu sedang sakit kulit, mengalami alergi, atau terinfeksi di bagian mata, sebaiknya hindari mencoba tester kosmetik. Selain berisiko memperburuk kondisimu sendiri, mikroba yang ada di kulitmu bisa berpindah ke kosmetik dan mencemari tester.

Semoga info ini bermanfaat ya!

Related posts
KecantikanKulit

9 Cara Mengatasi Jerawat di Dada

KecantikanKulit

Tips dan Cara Eksfoliasi Wajah yang Benar

KecantikanKulit

Yuk Kenali 13 Bahan Berbahaya Dalam Skincare!

KecantikanKulit

10 Manfaat Serum Vitamin C untuk Wajah