Diet & NutrisiGaya Hidup

Serba Serbi Diet Ketofastosis

Diet Ketofastosis

Ketofastosis merupakan gabungan dari ketogenic dan fastosis. Ketogenic merupakan sebuah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang. Sedangkan fastosis sendiri adalah fasting on ketosis yang artinya puasa dalam kondisi ketosis. Fastosis bukan sebuah pola makan tapi merupakan sebuah gaya hidup yang dapat diaplikasikan seumur hidup.

Baca Juga:

Ketosis adalah kondisi di mana liver manusia memproduksi ketone untuk digunakan sebagai bahan bakar “fuel” atau energi yang digunakan seluruh tubuh terutama otak. Ketosis terjadi ketika tubuh tidak lagi ada asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi. 

Perbedaan Diet Ketogenik dan Ketofastosis

Untuk memahami diet ketofastosis, tentunya kamu harus mengetahui perbedaan diet ketogenik dan diet ketofastosis.  Untuk melakukan diet ketogenik, kita membutuhkan waktu dua hingga 4 minggu untuk menyesuaikan diri dan masuk dalam fase ketosis. 

Kedua, jika tubuh kamu tidak memasuki fase ketosis dan kamu tidak memiliki cukup karbohidrat sebagai bahan bakar tubuh, efek buruknya kamu tidak akan kehilang lemak. Konsumsi lemak yang berlebihan juga akan memberikan efek samping bagi tubuh seperti peningkatan kolesterol dan trigliserida.

Apalagi jika sumbernya berasal dari lemak jenuh maupun lemak trans yang banyak ditemukan dalam makanan yang digoreng dan lain sebagainya.

Sebagai informasi, untuk mendapatkan metabolisme tubuh yang sehat, tubuh kita memerlukan nutrisi. Termasuk karbohidrat. Jika kamu sembarang membatasi asupan karbohidrat, maka akan ada efek negatif yang akan terjadi pada tubuh antara lain lapar yang terus menerus dan pusing. Kamu juga berisko menjadi lemas dan mudah mengantuk.

Sedangkan dengan diet ketofastosis, umumnya kebanyakan orang mengalami kondisi yang tidak seenak saat seseorang mengubah sistem metabolisme. Kondisi tidak enak ini bisa berupa timbulnya jerawat parah akibat mengonsumsi lemak berlebih, kulit gatal-gatal, kulit kering, ketombe dan lemas.

Haruslah dipahami dengan mengubah metabolisme tubuh, itu berati juga berdampak pada pergantian sel-sel tubuh untuk menyesuaikan dengan cara kerja yang baru. Itu sebabnya muncul healing crisis. Lamanya kondisi ini berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang penyesuaiannya cepat, ada juga yang lambat.  

Tidak seperti diet lain, ketofastosis membutuhkan komitmen dan niat orang yang akan menjalaninya. Artinya, diet ini harus dilakukan seumur hidup. Karena ini dapat mengubah kebiasaan pola makan seseorang. Jika kamu bola-balik melakukan diet ini, justru dapat merusak metabolisme tubuh.

Diet ketofastosis memang aman bagi kebanyak dari orang. Meski demikian, wanita hamil, serta orang yang memiliki riwayat makan yang tidak teratur tampaknya harus menghindari jenis diet ini.

Sementara itu, orang dengan kondisi tertentu seperti diabetes atau penyakit jantung, mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum mencoba diet ketofastosis.

Cara Melakukan Diet Ketofastosis

Untuk memulai diet ketofastosis, tidak disarankan untuk langsung menjalani keto dan fastosis secara bersamaan karena dapat membuat sistem tubuh syok ketika beralih dari glukosa ke keton sebagai bahan bakar energi.

Oleh sebab itu disarankan untuk memulai diet keto terlebih dahulu. Setelah melakukan diet keto selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, barulah kita bisa meneruskan dengan ketofastosis. 

Durasi waktu puasa yang disarankan adalah 12-16 jam selama 4-5 hari dalam seminggu. Ketika tidak berpuasa, kita dapat mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Untuk menjalankan diet ketofastosis sebaiknya tidak lebih dari 6 bulan. 

Menu diet ketofastosis yang dapat dikonsumsi adalah telur, alpukat, sayuran berdaun hijau, minyak zaitun, salmon, ayam, brokoli, kembang kol, tuna dan udang.

Melakukan diet ini secara esktrim bisa membuat seseorang memotong kalori terlalu drastis sehingga menyebabkan kehilangan terlalu banyak berat badan atau massa otot. Untuk menjaga massa otot, disarankan mengonsumsi 1 gram protein per kilogram berat badan setiap hari. 

Jika kamu masih ragu untuk memilih diet mana yang terbaik , jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter menggunakan aplikasi Okadoc ya. Kamu bisa tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan. Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store

Related posts
Diet & NutrisiGaya Hidup

Mengenal Mikronutrien yang Penting bagi Tubuh

Diet & NutrisiGaya Hidup

Apa Itu Gluten dan Dampaknya Bagi Tubuh

Gaya HidupKebugaran

10 Gerakan Yoga untuk Menurunkan Berat Badan

Diet & NutrisiGaya Hidup

10 Makanan Penyebab Batu Ginjal, Yuk Batasi Konsumsinya!