Gaya HidupKebugaran

Ini 5 Olahraga untuk Penderita Hipertensi

Olahraga untuk Penderita Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang paling sering dialami oleh orang dewasa. Kondisi ini biasanya membuat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Penyakit ini tergolong penyakit yang berbahaya karena membuat jantung harus memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh. Akibatnya, bisa menimbulkan berbagai penyakit lain seperti gagal ginjal, stroke hingga jantung.

Baca Juga:

rapid test

Namun, risiko penyakit hipertensi dapat menurun jika seseorang rajin melakukan olahraga. Menurut beberapa penelitian, olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memaksimalkan jumlah oksigen di dalam tubuh. Sehingga, energi yang kita dapat pun menjadi lebih banyak dan membuat tubuh lebih sehat.

Banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga. Manfaat ini pun bisa dirasakan oleh semua orang, begitu juga dengan penderita hipertensi. Sehingga, selain mengubah gaya hidup, penderita hipertensi pun harus mengimbanginya dengan melakukan olahraga secara rutin.

Manfaat Olahraga yang Bisa Dirasakan oleh Penderita Hipertensi

Olahraga dapat membantu jantung untuk memompa darah tanpa adanya tekanan yang keras. Sehingga, jantung pun bisa lebih teratur dalam memompa darah. Ketika jantung bekerja secara efisien, sirkulasi aliran darah yang masuk dan keluar jantung menjadi lebih lancar. Sehingga, kestabilan pembuluh darah dalam menstabilkan tekanan darah dapat terjaga dengan baik.

Selain itu, jika rutin melakukan olahraga, penderita hipertensi dapat mengurangi kebutuhan untuk minum obat tekanan darah. Karena olahraga dapat menurunkan darah sistolik sebesar 4 sampai 9 mmHg. Nilai ini sama dengan jika kamu mengonsumsi obat hipertensi. Olahraga juga cara yang baik untuk meningkatkan energi dan menghilangkan stres.

Agar tekanan darah tetap terkendali, lakukan olahraga secara teratur dan lakukan minimal selama satu sampai tiga bulan penuh. Dengan begitu kamu bisa merasakan manfaatnya dengan maksimal. Manfaatnya pun akan bertahan lama jika kamu terus melakukan olahraga dengan rutin.

Beberapa Olahraga yang Cocok untuk Penderita Hipertensi

Namun, tidak semua olahraga cocok untuk penderita hipertensi. Sehingga, penderita harus mengetahui terlebih dahulu olahraga apa saja yang cocok untuk dirinya. Berikut beberapa olahraga yang bisa dicoba oleh penderita hipertensi.

1. Olahraga kardiovaskular

Olahraga kardiovaskular biasa juga disebut dengan latihan aerobik. Olahraga ini berguna untuk menurunkan tekanan darah. Selain itu, jantung pun menjadi lebih kuat jika rutin melakukan kardiovaskular.

Ada beberapa olahraga kardiovaskular yang bisa dipilih oleh penderita hipertensi. Di antaranya jalan santai, jogging, lompat tali, bersepeda dan masih banyak lagi lainnya. Jika kamu belum terbiasa melakukan olahraga, olahraga ringan ini bisa menjadi pilihan yang tepat untukmu.

2. Olahraga kekuatan

Olahraga ini penting untuk masuk ke dalam kegiatan harian bagi penderita diabetes. Dibanding kardiovaskular, olahraga ini akan membutuhkan beban yang lebih banyak. Kamu bisa mencoba latihan beban menggunakan alat berat atau dengan berat badan sendiri.

Olahraga ini bertujuan untuk melatih kekuatan tubuh dan membangun otot agar lebih kuat. Manfaat yang bisa kamu dapatkan pun cukup banyak. Seperti membakar banyak kalori di dalam tubuh dan meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, melakukan olahraga kekuatan juga baik untuk persendian dan tulang kamu.

3. Berenang

Berenang menjadi olahraga yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah. Olahraga ini termasuk yang paling aman dilakukan oleh penderita hipertensi. Tidak perlu terlalu lama, kamu bisa melakukannya selama 30 menit dalam sekali berenang.

Lakukanlah secara bertahap hingga kamu bisa melakukannya lebih dari 30 menit. Selain itu, lakukan juga olahraga ini secara rutin atau minimal 150 menit dalam satu minggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

4. Jalan pagi

Olahraga yang dapat menurunkan tekanan darah selanjutnya adalah jalan pagi. Meski tergolong olahraga yang mudah, tidak banyak orang yang ingin melakukan olahraga ini. Namun bagi kamu yang menderita hipertensi, ada baiknya jika mencoba melakukan olahraga ini setiap pagi.

Jalan pagi sangat ampuh untuk menyembuhkan hipertensi. Jika kamu melakukan jalan pagi secara teratur, jantung menjadi lebih kuat. Sehingga, jantung pun dapat memompa darah lebih mudah. Selain itu, jika jantung berfungsi dengan baik, tekanan pada pembuluh darah pun menjadi menurun.

5. Yoga

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan tubuh jika kita sering melakukan yoga. Karena yoga memiliki intensitas rendah dan cocok buat para penderita hipertensi. Jika intensitas dan durasi melakukan yoga terus ditingkatkan, dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Dalam sebuah penelitian, pernah dilakukan uji coba terhadap beberapa pasien hipertensi yang harus melakukan yoga selama satu bulan dan dalam waktu satu jam setiap harinya. Pasien-pasien ini juga diminta untuk mengubah gaya hidupnya. Hasilnya, pasien yang melakukan perubahan hidup tanpa yoga, tidak mengalami penurunan tekanan darah. Sedangkan pasien yang mengubah gaya hidup serta melakukan yoga, mengalami penurunan tekanan darah mencapai 4 sampai 5 mmHg.

Meski penurunan tersebut tidak terlalu besar, hal ini dapat menurunkan risiko penderita hipertensi terkena penyakit jantung. Sehingga, yoga bisa menjadi jawaban yang tepat bagi penderita hipertensi. Olahraga ini juga dipercaya bisa menenangkan pikiran dan hati kamu lho.

Tips untuk Penderita Hipertensi saat Melakukan Olahraga

Meski sudah mengetahui olahraga apa saja yang cocok untuk penderita hipertensi, kamu tidak boleh melakukannya secara sembarangan. Ada langkah-langkah yang harus kamu perhatikan terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga. Berikut beberapa tips yang bisa jadi pedomanmu.

1. Lakukan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga

Pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelah berolahraga menjadi hal penting dan tidak boleh dilewatkan. Melakukan pemanasan dan pendinginan bertujuan untuk mencegah cedera, melatih fleksibilitas otot dan memelihara kesehatan tulang serta persendian.

Selain itu, setelah berolahraga, jangan langsung berhenti secara tiba-tiba. Lakukan perlambatan olahraga secara bertahap selama beberapa menit. Hal ini penting dilakukan bagi penderita hipertensi. Kamu bisa lakukan jalan santai selama 2 sampai 3 menit sebelum pada akhirnya berhenti olahraga.

2. Atur waktu yang tepat untuk berolahraga

Waktu yang disarankan untuk penderita hipertensi adalah melakukan olahraga dengan intensitas sedang. Kamu bisa melakukannya selama 150 menit dalam seminggu atau minimal 3 sampai 5 hari dalam seminggu. Biasanya dalam sekali berolahraga membutuhkan waktu minimal 30 menit.

Jika kamu termasuk orang yang kurang aktif berolahraga sebelumnya, lakukannya secara bertahap. Misal, kamu bisa melakukan pemanasan terlebih dahulu selama 2 sampai 3 menit untuk membiasakan tubuh bergerak dan mencegah cedera. Setelah itu lanjutkan dengan olahraga utama yang akan kamu lakukan.

Jika ingin mendapatkan manfaat yang maksimal, coba kombinasikan olahraga yang memiliki intensitas sedang dengan olahraga dengan intensitas tinggi. Hal ini bisa cocok buat kamu yang memang sudah aktif dan terbiasa melakukan olahraga. Dan usahakan untuk melakukannya secara rutin selama 30 menit setiap hari dalam waktu satu minggu.

3. Ketahui kapan kamu harus berhenti berolahraga

Meski memiliki banyak manfaat, jangan terlalu memaksa dirimu saat melakukan olahraga. Ketika berolahraga, keringat dan denyut jantung akan meningkat. Dan saat kamu memaksa untuk melakukan olahraga berlebih, kamu akan terengah-engah hingga membuatmu merasa sesak napas.

Idealnya, olahraga hanya akan menimbulkan sedikit rasa terengah-engah. Dalam kondisi ini, kita masih tetap bisa bicara dengan normal. Namun, ketika olahraga dilakukan berlebihan, tubuh pun akan merasakan sesak napas hingga bisa menyebabkan pingsan.

Dengarkan tubuh kamu, jika selama 10 menit kamu sudah mulai merasa terengah-engah, segeralah beristirahat atau berhenti sejenak. Selain itu, hentikan juga melakukan olahraga jika mulai merasa nyeri pada dada, lemah, pusing, berkunang-kunang atau terasa nyeri pada leher, lengan, rahang serta bahu. Hentikan olahraga dan segera cari obat darurat jika mengalami hal ini.

Nah, itu tadi beberapa jenis olahraga serta tips-tips yang perlu diperhatikan bagi penderita hipertensi. Ada baiknya, jika kamu juga melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga.

Kamu bisa lho menggunakan aplikasi Okadoc untuk tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan. Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Diet & NutrisiGaya Hidup

Yuk Cek Kalori Makanan dan Kue Kering Lebaran

Gaya HidupResep

Resep Makanan Sehat Untuk Buka Puasa di Rumah

Gaya HidupKebugaran

Berbagai Manfaat Olahraga Saat Puasa

Gaya HidupKebugaran

Gerakan Yoga yang Aman Dilakukan Saat Puasa