Gaya HidupKebugaran

6 Olahraga untuk Meninggikan Badan

Olahraga untuk Meninggikan Badan

Memiliki badan yang tinggi menjadi salah satu impian banyak orang. Walaupun tinggi badan pada umumnya bawaan genetik, tinggi badan bisa bertambah ketika seseorang menjalankan pola hidup sehat. Mulai dari menjaga asupan makanan, banyak bergerak, hingga rutin melakukan olahraga.

Baca Juga:

rapid test

Sebuah studi penelitian mengungkapkan rata-rata pertumbuhan tinggi badan berhenti pada usia 18 tahun. Maka sebaiknya saat remaja lakukan olahraga untuk meninggikan badan secara rutin. Jika sudah melewati batas usia tersebut, olahraga tak menjamin bisa meninggikan badan.

Namun melakukan beberapa olahraga yang melibatkan gerakan peregangan dan melompat akan membantu memperpanjang tulang belakang. Penasaran olahraga apa saja yang bisa meninggikan badan secara alami? Simak penjelasannya berikut ini ya!

Pilihan Olahraga untuk Meninggikan Badan

Olahraga untuk Meninggikan Badan

Ada beberapa pilihan olahraga untuk meninggikan badan yang bisa dilakukan. Berikut enam olahraga untuk meninggikan badan.

1. Yoga

Latihan yoga bisa memperkuat otot dan membentuk postur tubuh yang ideal. Bahkan yoga menjadi salah satu olahraga untuk meninggikan badan.  Ada empat gerakan yoga yang bisa dilakukan. 

  • Mountain Pose

    Berdirilah degan jari kaki menyentuh lantai degan posisi tumit melebar atau tidak berdempetan. Letakkan lengan di samping tubuh. Tarik bahu ke bawah dan rentangkan tulang selangka. Posisi kelapa sejajar dengan bahu dan dagu sejajar dengan lantai. Pastikan panggul dan punggung bagian bawah tidak melengkung serta bernapaslah seperti biasa. Tahan posisi selama 1 menit. 

  • Cobra Pose

    Posisikan badan terlungkup di lantai, arahkan jari tangan di bawah bahu. Kemudian regangkan kaki dan pastikan ujung jari kaki menyentuh lantai. Tekan dasar panggul dan kunci perut, lalu tekan bahu ke atas dengan didorong ibu jari dan jari telunjuk. Busungkan dada ke depan dan tangan lurus sejajar dengan lantai. Tahan posisi selama 30 detik dan bernapaslah dengan bebas. 

  • Child’s Pose

    Untuk melakukan posisi ini, bersujudlah degan posisi punggung, lengan, dan telapak kaki yang berbeda. Caranya, berlutut lah dengan posisi sedikit melebar. Kemudian, merangkak ke depan dan pastikan posisi lengan tetap lurus. Arahkan kening meyentuh lantai dan lakukan beberapa tarikan napas. Tahan posisi ini 1 sampai 3 menit. 

  • Warrior Pose

    Berdiri dengan posisi masing-masing kaki berjarak 3 ½ sampai 4 langkah. Tekuk kaki kanan sampai membentuk sudut 90 derajat. Letakkan tangan ke pinggul dan posisikan bahu tetap rileks. Rentangkan lengan ke samping, telapak menghadap ke bawah. Arahkan pandangan ke arah tangan kanan. Tahan posisi ini selama 30 hingga 1 menit. 

2. Pilates

Pilates juga menjadi salah satu pilihan olahraga untuk meninggikan badan. Melakukan latihan pilates secara rutin bisa memperkuat otot  dan tulang belakang serta memperbaiki postur tubuh. Sebab, gerakan peregangan pada pilates mengurangi kompresi (trauma atau patah tulang) pada tulang belakang dan bisa membantu menambah tinggi badan setelah usia 30 tahun. 

Mulai gerakan pilates dengan berbaring telentang dengan lengan di samping dan telapak tangan menghadap ke bawah. Pertahankan kedua kaki, rentangkan lurus ke atas ke arah atas dan tekuk ke belakang agar menyentuh lantai.  Semakin meregangkan tubuh, semakin panjang tulang belakang.

3. Lompat Tali

Lompat tali atau skipping membuat seluruh otot dan ligamen meregang serta berkontraksi. Hal itulah yang membuat otot menjadi elastis. Saat melompat, tulang belakang dan otot punggung juga meregang. Bahkan otot betis juga mengembang secara vertikal. Lompat tali juga membuat tubuh ramping sehingga bisa terlihat lebih tinggi.

Namun ada yang perlu diwaspadai dari olahraga lompat tali. Jika sebelumnya memiliki gaya hidup sendentari, periksalah ke dokter apakah olahraga lompat tali pilihan yang tepat. Faktanya, lompat tali meningkatkan detak jantung dengan cepat. Jika ingin olahraga lompat tali, lompatlah selama 20 hingga 30 detik, lalu berdiri sambil istirahat selama 30 detik, ulangi selama 10 menit.

Ingat, jangan lompat terlalu tinggi karena bisa membuat sendi menjadi stres. Gunakan sepatu yang dilengkapi dengan bantalan sendi agar tidak terjadi cedera. 

4. Bersepeda

Bersepeda mampu melatih otot kaki dan betis sehingga bisa membuat bagian bawah tubuh mejadi ramping. Bersepeda juga membakar banyak kalori sehingga jika diimbangi dengan pola makan yang tepat, otot tubuh juga terbentuk dengan optimal. 

Maka sepeda diyakini sebagai olahraga untuk meninggikan badan karena membantu membentuk postur tubuh.  Sebuah penelitian mencatat saat bersepeda, sekitar 400 kalori terbakar per jamnya. Jika bersepeda 10 mil per hari, maka seseorang hampir membakar rata-rata 700 kalori. 

5. Berenang

Olahraga intens yang dilakukan dalam air ini menggerakan kaki, tubuh, dan lengan sehingga bisa mengembangkan kekuatan otot.  Saat berenang, otot bagian dada, kaki, dan lengan diaktifkan dalam air. Gerakan ini membantu meregangkan otot dan meningkatkan fleksibilitas otot. Sehingga membantu meningkatkan panjang tulang belakang secara berkala dan membantu perluasan tulang belakang. 

6. Basket

Basket juga menjadi pilihan olahraga untuk meninggikan badan. Dengan sering melompat saat brmain, gerakan ini dapat membantu pertumbuhan otot dengan sempurna. Bahkan olahraga basket juga bisa melancarkan peredaran darah ke berbagai bagian tubuh.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, lakukan olahraga basket secara teratur. Di samping itu, pastikan juga mengkonsumsi nutrisi yang tepat. Sebab, olahraga saja tak cukup. 

Nutrisi untuk Meninggikan Badan

Olahraga untuk Meninggikan Badan

Selain melakukan olahraga untuk meninggikan badan, lengkapi dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Salah satu cara untuk meninggikan badan secara optimal adalah dengan mengkonsumsi beberapa nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tulang. Berikut asupan nutrisi yang bisa dikonsumsi untuk meninggikan badan:

1. Vitamin D

Vitamin D membantu meningkatkan kesehatan tulang dan mendorong pertumbuhan tinggi badan. Penelitian dari universitas di Amerika mengatakan bahwa remaja yang kekurangan vitamin D bisa mengalami pertumbuhan yang terhambat.

Bahkan kekurangan asupan vitamin D bisa menyebabkan pelemahan tulang hingga osteoporosis. Adapun sumber vitamin D bisa didapatkan dari ikan tuna, salmon susu, keju, dan kuning telur. 

2. Vitamin A

Vitamin A diyakini efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tinggi pada anak-anak. Sebuah penelitian menambahkan kadar vitamin A tiap minggunya selama 1 tahun dibarengi suplemen zat besi. Haislnya, anak tumbuh tinggu lebih cepat. Vitamin A bisa diapatkan dari susu, minyak hati ikan kod, wortel, bayam, dan ubi. 

3. Protein

Mengkonsumsi asupan yang mengandung protein sangat penting untuk mendukung kesehatan tulang. Faktanya asupan protein bermanfaat untuk membantu kepadatan tulang belakang. Jumlah protein yang disarankan adalah sebanyak 20 gram setiap makan. Sumber protein bisa didapatkan dari telur, daging unggas, daging tanpa lemak, susu, kedelai, dan kacang-kacangan yang kaya akan protein. 

4. Kalsium

Kalsium sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tulang dan kesehatan tubuh, terutama pada anak-anak. Mineral ini membantu menambah tinggi badan pada masa pertumbuhan anak. Sementara pada orang dewasa, kalsium bermafaat untuk membantu menjaga kesehatan tulang. Asupan kalsium bisa didapatkan dari susu, keju, mentega, bayam, dan kedelai.

5. Vitamin B1

Vitamin B  bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan membantu seseorang tumbuh lebih tinggi. Nutrisi ini juga menjaga sistem pencernaan sehingga aliran darah ke organ lainnya bisa berfungsi optimal untuk mendukung pertumbuhan. Sumber asupan vitamin B1 antara lain kacang tanah, kedelai, ayam, dan roti.

konsultasi virtual
Related posts
Diet & NutrisiGaya Hidup

Yuk Cek Kalori Makanan dan Kue Kering Lebaran

Gaya HidupResep

Resep Makanan Sehat Untuk Buka Puasa di Rumah

Gaya HidupKebugaran

Berbagai Manfaat Olahraga Saat Puasa

Gaya HidupKebugaran

Gerakan Yoga yang Aman Dilakukan Saat Puasa