Diet & NutrisiGaya Hidup

Ini Lho 10 Efek Samping Diet Keto

Efek Samping Diet Keto

Diet keto adalah diet yang dilakukan dengan mengatur pola makan rendah asupan karbohidrat. Menurut banyak pihak, ada banyak manfaat kesehatan diet keto. Namun adakah efek samping diet keto yang merugikan kesehatan?

Baca Juga:

rapid test

Berbeda dengan program diet lainnya, diet keto ini mengharuskan kamu yang menjalaninya untuk meningkatkan asupan lemak dan mengurangi konsumsi karbohidrat. Pola makan ini membuat tubuh dalam kondisi ketosis, yang membuat pembakaran lemak lebih efisien.

Selain membawa manfaat bagi tubuh, diet keto juga memiliki beberapa efek samping bagi tubuh. Berikut beberapa efek samping diet keto yang harus kamu tahu:

1. Terkena Flu Keto

Efek Samping Diet Keto

Orang yang menjalani diet keto, biasanya beresiko menderita flu keto. Josh Axe, seorang dokter pengobatan natural dan ahli ilmu gizi, memprediksi bahwa 25 persen dari orang yang menjalani diet keto akan menderita gejala ini.

Kapan flu keto biasanya terjadi? Dalam kondisi ketosis, tubuh akan mulai membakar lemak ketika kandungan gula dalam tubuh telah habis. Ketika tubuh mulai memasuki kondisi ketosis itulah gejala-gejala flu keto akan muncul.

“Perubahan kebiasaan tubuh dari membakar kandungan gula ke lemak sendiri sudah cukup membuat tubuh seseorang kelelahan selama beberapa hari,” jelas Josh Axe.

Gejala flu keto yang bisa dirasakan orang yang baru menjalani diet keto mirip dengan gejala flu biasa, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Tubuh lemas
  • Mudah tersinggung
  • Konstipasi
  • Mual atau muntah

“Saat tubuh memproduksi ketone untuk membakar lemak, seseorang akan lebih sering buang air kecil untuk mengeluarkannya. Hal ini dapat memperbesar resiko dehidrasi, dan munculnya gejala mirip flu,” jelas Nancy P. Rahnama, seorang dokter ahli penyakit dalam dan bariatrik dari California.

Bagi kebanyakan orang yang baru menjalani diet keto, flu keto biasanya dirasakan selama kurang lebih satu minggu. Menurut Josh Axe, cara terbaik untuk meminimalisir gejala flu keto adalah memperbanyak konsumsi cairan dan memperbanyak waktu tidur. 

2. Diare Keto

Efek Samping Diet Keto

Selain flu keto, orang yang menjalani diet keto juga beresiko terkena diare keto. “Kondisi ini mungkin disebabkan kantung empedu bekerja terlalu keras. Kantung empedu sendiri berfungsi mengolah lemak, yang disarankan untuk banyak dikonsumsi pada program diet keto ini,” jelas Josh Axe, seorang dokter pengobatan natural dan ahli ilmu gizi.

3. Gangguan Fungsi Ginjal dan Jantung

Efek Samping Diet Keto

Meningkatnya frekuensi buang air kecil juga dapat menyebabkan naiknya resiko gangguan ginjal akut. Kenapa? Karena seringnya buang air kecil dapat membuat tubuh kita kehilangan elektrolit yang mengganggu fungsi ginjal.

Selain fungsi ginjal, kekurangan elektrolit dari dalam tubuh juga beresiko mengganggu kerja jantung. “Kekurangan elektrolit adalah masalah serius dan dapat membuat detak jantung tidak beraturan. Kondisi ini dapat membahayakan jiwa seseorang,” jelas Nancy P. Rahnama lebih lanjut.

4. Naik Turunnya Berat Badan

Efek Samping Diet Keto

Kebanyakan orang kesulitan untuk menjalani program diet ketat secara terus menerus, seperti program diet keto. Hal ini membuat orang sering on-off dalam menjalankan diet keto. Tidak disiplin dalam menjalankan diet keto membuat berat badan sering naik turun dan bisa beresiko kematian.

5. Mengurangi Performa Atlet

Efek Samping Diet Keto

Banyak atlet yang mengklaim bahwa program diet keto dapat meningkatkan performa mereka di arena olahraga. Namun seorang profesor ahli nutrisi dan diet dari Saint Louis University, Edward Weiss, PhD, tidak percaya akan hal tersebut.

“Ada atlet sepeda mengaku bahwa performa mereka lebih cepat dan lebih baik saat menjalani diet keto. Tapi pertanyaan saya, seberapa banyak berat badan mereka turun?” tanya Edward.

Kenapa Edward Weiss bisa tidak percaya? Sebab ia pernah melakukan sebuah penelitian tentang diet keto. Pada penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa saat bersepeda intensitas tinggi dan berlari, relawan yang menjalani diet keto selama empat hari menampilkan performa lebih buruk dibandingkan relawan yang menjalani diet tinggi karbohidrat.

Menurut Profesor Edward Weiss, PhD, kondisi tubuh lebih asam ketika dalam kondisi ketosis. Hal ini bisa membatasi performa atlet, sehingga tidak bisa mencapai puncak performa mereka.

6. Resiko Ketoasidosis

Efek Samping Diet Keto

Bagi para penderita diabetes tipe 1 dan 2, tidak disarankan untuk menjalani diet keto tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Sebab kondisi ketosis yang dihasilkan diet keto dapat memicu ketoasidosis yang berbahaya pada penderita diabetes.

Ketoasidosis muncul ketika tubuh memproduksi terlalu banyak ketones, zat asam hasil dari pembakaran lemak. Terlalu banyak ketone dapat membuat darah terlalu asam, sehingga dapat mengganggu dan merusak kerja organ hati, ginjal, dan otak seseorang.

Gejala-gejala penderita ketoasidosis antara lain mulut menjadi kering, frekuensi buang air kecil meningkat, mual, aroma nafas tidak sedap, dan kesulitan bernafas. Jika tidak segera ditangani, ketoasidosis dapat berakibat fatal.

7. Menurunnya Metabolisme dan Massa Otot

Efek Samping Diet Keto

Seseorang yang menjalani diet keto dapat pula kehilangan massa otot. Apalagi jika mereka terlalu banyak mengonsumsi lemak daripada protein.

Kristen Kizer, RD, seorang ahli gizi dari Houston Methodist Medical Center, menjelaskan bahwa diet keto memang mampu menurunkan berat badan. Tapi hal itu bisa jadi disebabkan oleh hilangnya massa otot.

“Metabolisme tubuh pun juga akan terpengaruh, sebab otot-otot tubuh membakar lebih banyak kalori daripada lemak,” lanjut Kristen Kizer.

Namun menghentikan diet keto tidak serta merta mengembalikan massa otot yang sudah terlanjur hilang. Kristen Kizer mengatakan bahwa berhenti menjalani diet keto memang mengembalikan berat badan seperti semula, namun biasanya yang bertambah adalah lemak tubuh bukan massa otot.

“Kamu memang kembali ke berat badan awal. Tapi tubuh kamu tidak lagi memiliki massa otot untuk membakar kalori seperti dulu lagi. Dalam jangka panjang, hal ini berefek pada menurunnya tingkat metabolisme tubuh dan berat badan kamu,” jelas Kristen Kizer.

9. Ketidakseimbangan Asupan Nutrisi

Efek Samping Diet Keto

Tingginya asupan lemak tidak sehat dicurigai oleh ahli kesehatan dapat memberi dampak negatif pada tubuh dalam jangka panjang. Pola makan diet keto juga membuat seseorang terlalu sedikit mengkonsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian. Hal ini dapat membuat tubuh kekurangan asupan serat, beberapa jenis vitamin, dan mineral.

Menurut Sharon Palmer, seorang ahli diet dari California, ada ratusan penelitian yang membuktikan bahwa pola makan kaya sayuran berpengaruh pada rendahnya resiko beberapa penyakit seperti osteoporosis, alzheimer, gangguan jantung, kanker, dan diabetes tipe 2.

“Oleh karena itu, sebaiknya kita jangan mengorbankan kesehatan jangka panjang, hanya agar berat badan lebih cepat turun,” jelas Sharon Palmer.

10. Efek Lainnya

Efek Samping Diet Keto

Selain sembilan efek di atas, program diet keto dapat membuat seseorang mengalami beberapa efek samping negatif lainnya seperti:

  • Menurunnya kepadatan tulang
  • Gangguan tidur
  • Aroma nafas tidak sedap
  • Siklus menstruasi tidak teratur

Jadi apakah diet keto itu baik untuk tubuh kita? Nancy P. Rahnama punya jawabannya. Menurutnya, keto bukanlah diet yang baik untuk jangka panjang. “Sebab program diet yang mengurangi konsumsi buah dan sayuran ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan mikro nutrisi, yang berefek negatif terhadap kesehatan,” tutup Nancy. 

Meski demikian, tidak ada salahnya jika kamu ingin mencoba menjalani diet yang satu ini. lho!

konsultasi virtual
Related posts
Diet & NutrisiGaya Hidup

Yuk Cek Kalori Makanan dan Kue Kering Lebaran

Gaya HidupResep

Resep Makanan Sehat Untuk Buka Puasa di Rumah

Gaya HidupKebugaran

Berbagai Manfaat Olahraga Saat Puasa

Gaya HidupKebugaran

Gerakan Yoga yang Aman Dilakukan Saat Puasa