Gaya HidupKebugaran

Diet atau Olahraga; Mana yang Lebih Efektif Turunkan Berat Badan

turunkan berat badan

Sebelum menjawab pertanyaan mana yang lebih efektif antara diet atau olahraga untuk menurunkan berat badan, kamu perlu mengetahui satu hal, yaitu memahami akar masalah penyebab berat badan naik.

Penyebab Kenaikan Berat Badan dan Obesitas

Mengetahui alasan mengapa bobot tubuh melonjak, sangat diperlukan untuk mengamati gaya hidup yang selama ini kamu jalani. 

rapid test

1. Pola Makan yang Buruk 

Mungkin akhir-akhir ini kamu stres atau emosi, lalu berusaha meredakannya dengan “makanan enak” yang ternyata kalorinya sangat tinggi. Atau kamu punya kebiasaan makan camilan sambil begadang dengan alasan lembur pekerjaan?

Atau beberapa kali menikmati brown sugar tea yang super manis lalu kecanduan hingga menjadi rutinitas tiap hari? Atau sering telat sarapan, lalu makan siang dengan jumlah berlebih?

Baca Juga:

Kebiasaan terkait pola makan yang kurang sehat merupakan alasan terbanyak mengapa seseorang gagal diet dan tetap gemuk. Gaya hidup ini juga cenderung dari kebiasaan yang ada di keluarga, yang dipelajari saat kecil dan dilanjutkan saat dewasa.

2. Kurang Gerak atau Jarang Olahraga

Beberapa perilaku akibat gaya hidup kurang sehat juga bisa ditandai dengan aktivitas fisik yang kurang. Misalnya, kurang gerak, duduk di depan layar (TV, laptop, komputer, atau ponsel) hingga berjam-jam, memilih berkendara dengan mobil dibandingkan jalan kaki atau bersepeda.

Padahal jika kamu kurang banyak beraktivitas fisik, energi dari makanan yang kamu konsumsi akan disimpan sebagai cadangan dalam bentuk lemak. 

Ditambah lagi, jika gaya hidup ini kamu terapkan terus-menerus tanpa melakukan kontrol terhadap berat badan, kamu bisa mengalami kegemukan bahkan obesitas. 

5 Fakta tentang Obesitas

turunkan berat badan

1.Obesitas bukan sekedar akumulasi kelebihan lemak tubuh. Namun obesitas merupakan penyakit kronis jangka panjang dengan komplikasi serius yang sulit untuk diobati. Misalnya, penyakit diabetes, stroke, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan depresi 

2. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan kenaikan persentase obesitas dari 14,8 persen menjadi 21,8 persen. Sementara data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa angka penderita obesitas di Indonesia menduduki peringkat ke-10 dunia. 

3. Mengatasi obesitas secara efektif dan permanen membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Jika ada klaim pengobatan yang bisa menawarkan penurunan berat badan tanpa diet dan olahraga dalam waktu singkat, maka kemungkinan besar itu klaim yang tidak sesuai fakta. 

4. Salah satu hal yang penting dalam menurunkan berat badan adalah motivasi dan sistem pendukung dalam kelompok. Bersama-sama orang lain dalam menurunkan berat badan lebih efektif daripada melakukannya sendirian.

5. Menurunkan berat badan sedikit saja sebenarnya sudah bisa menurunkan risiko kesehatan. Jika berat badanmu turun sebanyak  10% dari berat keseluruhan, risiko mengalami penyakit akibat obesitas bisa berkurang secara signifikan.

Dibandingkan Diet, Olahraga Lebih Berperan Menurunkan Berat Badan dalam Jangka Panjang

turunkan berat badan

Studi terbaru dari University of Colorado Anschutz menyatakan bahwa aktivitas fisik ternyata berperan besar dalam mempertahankan penurunan berat badan dalam jangka panjang dibandingkan dengan diet.

Hasil studi dari para peneliti tersebut menemukan fakta bahwa seseorang yang berhasil menurunkan berat badan sebanyak 13 kg selama setahun lebih mengandalkan olahraga teratur dibandingkan diet. Tujuannya agar berat badannya tidak kembali naik.

Menurut Danielle Ostendorf, Ph.D., seorang postdoctoral di universitas Anschutz Health and Wellness Center, penelitian ini menekankan pertanyaan sulit mengapa banyak yang berusaha menurunkan berat badan dalam jangka waktu lama. 

Dengan kata lain, penelitian ini menunjukkan korelasi yang kuat bahwa penurunan berat badan yang stabil perlu diikuti dengan olah fisik yang teratur. Sekedar membatasi asupan makanan atau diet ketat tanpa berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya kurang begitu efektif untuk mempertahankan bentuk tubuh ideal. 

Subyek penelitian yang sukses membakar lemak  300 kalori per hari lebih banyak daripada yang subyek lain dengan berat yang sama namun tidak aktif bergerak. Selain itu, mereka yang berhasil turun berat badan membakar lemak saat olahraga, walaupun tubuh yang besar membutuhkan energi lebih banyak untuk bergerak. 

Begitu pula dengan adanya hasil bahwa mereka yang menurunkan berat badannya melakukan jalan kaki hingga 12,000 langkah per hari. Sementara yang berat tubuhnya normal hanya 9000 langkah per hari.

Victoria A. Catenacci, MD, peneliti yang terlibat proyek riset di Anschutz Medical Campus, menjelaskan bahwa temuan data ini menunjukkan bahwa kelompok yang sukses menjaga berat badannya tetap turun ternyata mengkonsumsi jumlah kalori per hari sama dengan mereka yang kegemukan atau obesitas. Namun mereka melakukan aktivitas fisik yang tinggi sebagai kompensasi untuk mencegah berat badannya naik. 

Diet atau Olahraga: Cara yang Efektif Menurunkan Berat Badan

turunkan berat badan

Merencanakan strategi untuk menurunkan berat badan terutama bagi yang memiliki indeks massa di atas 30 tidak bisa dilakukan dengan mengandalkan satu cara saja. Cara yang direkomendasikan untuk mengatasi obesitas dan kegemukan tentunya dengan menjalankan gaya hidup sehat yang terangkum dalam program Kementerian Kesehatan di Indonesia yakni Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). 

Germas sendiri mengkampanyekan 7 langkah penting untuk masyarakat agar menjalani pola hidup lebih sehat, sehingga bisa terhindar dari berbagai penyakit. Namun untuk permasalahan obesitas, setidaknya 3 langkah dari Germas ini bisa kamu mulai terapkan. 

1. Melakukan Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik bukan hanya olahraga, tetapi juga bekerja. Kehidupan modern terutama di perkotaan membuat aktivitas fisik berkurang. Selain itu kemudahan teknologi membuat orang cenderung pasif dan malas. Pastikan kamu melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari agar kalori dan lemak tubuh terbakar. 

2. Makan Buah dan Sayur

Kampanye makan sayur dan buah semakin gencar karena obesitas juga terjadi pada anak-anak. Gaya hidup yang buruk dari lingkungan keluarga juga berimbas pada anak-anak. Sehingga mulai mengatur diet dan pola makan sehat bergizi perlu dilakukan di keluarga, termasuk menghindari makanan cepat saji, makanan instan yang murah namun tak bergizi, minuman kekinian yang tinggi kadar gula, dll. 

3. Melakukan Cek Kesehatan Berkala

Setiap orang sebaiknya rutin memeriksakan kondisi kesehatan dengan melakukan cek berikut ini:

  • Cek berat dan tinggi badan untuk mengetahui angka indeks massa tubuh yang ideal.
  • Cek tekanan darah
  • Cek kadar gula darah
  • Cek lingkar pinggang ideal
  • Cek kolesterol

Diet atau Olahraga? Pilih saja Dua-Duanya

turunkan berat badan

Ketika kamu akhirnya ingin mendapatkan tubuh yang lebih sehat, maka ketahuilah bahwa kamu akan mendapat hasil yang lebih baik dan bertahan lama jika kamu mulai menjalankan gaya hidup sehat. Ditambah lagi, memutuskan menjalani hidup yang lebih sehat bukan hanya mengandalkan satu cara. 

Jadi, untuk menjawab yang manakah antara diet atau olahraga yang efektif menurunkan berat badan? Jawabannya, jika kamu sekedar memilih salah satunya maka hasilnya tidak bertahan lama.

Sementara jika kamu ingin memperoleh berat tubuh ideal yang stabil, maka diet dan olahraga merupakan kombinasi terbaik untuk kamu terapkan sehari-hari. Manfaat menjalani diet dan olahraga atau aktivitas fisik lain dalam satu waktu, ternyata cukup efektif dalam  meningkatkan peluang turunnya berat badan secara bertahap dan stabil. Tentunya ini bagus untuk memperbaiki kualitas hidup bukan hanya fisik namun juga kesehatan mental.

Namun demikian, sebelum memilih aktivitas olahraga yang ingin kamu jalani, kamu perlu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Sebagian pasien atau penderita penyakit tertentu dilarang melakukan aktivitas terlalu berat, termasuk olahraga dengan intensitas tinggi. Sesuaikan jenis olahraga sesuai usia dan riwayat kesehatan yang kamu miliki untuk menghindari risiko berbahaya akibat olahraga.

Kamu bisa menggunakan tanya jawab dokter dan konsultasi lewat video call untuk berbagai masalah kesehatan lho! Yuk download aplikasi Okadoc sekarang juga di Play Store dan App Store.

konsultasi virtual
Related posts
Diet & NutrisiGaya Hidup

Yuk Cek Kalori Makanan dan Kue Kering Lebaran

Gaya HidupResep

Resep Makanan Sehat Untuk Buka Puasa di Rumah

Gaya HidupKebugaran

Berbagai Manfaat Olahraga Saat Puasa

Gaya HidupKebugaran

Gerakan Yoga yang Aman Dilakukan Saat Puasa