Diet & NutrisiGaya Hidup

Dada Ayam vs Paha Ayam, Mana yang Lebih Baik untuk Menu Diet?

Dada Ayam vs Paha Ayam

Diet bukanlah hal yang menyeramkan dan susah untuk dilakukan karena diet berarti tetap bisa mengkonsumsi masakan nikmat. Jika dahulu pernyataan diet adalah mengkonsumsi sayur dan buah, kini daging pun bisa tetap mendukung diet kamu, seperti daging ayam. 

Baca Juga:

Faktanya, daging ayam mengandung protein yang lebih tinggi dan lebih rendah lemak dibandingkan dengan sumber hewani lainnya seperti daging sapi. Selain itu, ayam merupakan sumber protein yang baik kaena bisa mendukung kesehatan, seperti membangun dan mempertahankan otot hingga menghilangkan lemak. Daging ayam juga mengandung ron, zinc, selenium, dan vitamin B.

Namun banyak yang memperdebatkan bagian ayam manakah yang lebih baik untuk menu diet. Bahkan perdebatan dada ayam vs paha ayam untuk diet selalu muncul di kalangan pejuang diet. Simak ulasannya berikut ini:

Dada Ayam vs Paha Ayam: Dada Ayam 

Dada Ayam vs Paha Ayam

Jika diihat dari kandungan proteinnya, dada ayam tanpa kulit yang dimasak (172 gram) mengandung 54 gram protein.  Dada ayam juga memiliki 284 kalori, atau 165 kalori per 100 gram. 80% kalori berasal dari protein, sedangkan 20% berasal dari lemak. Maka tak heran jika dada ayam sangat populer di kalangan binaragawan dan orang yang ingin menurunkan berat badan. 

Satu buah dada ayam mengandung niacin (B3) dan asam pantotenat (B5)  yang mendukung produksi energi, fosfor untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, vitamin B6 untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan kesehatan otak serta darah, serta selenium untuk melindungi sel-sel dari kerusakan radikal bebas,  kolin untuk menjaga fungsi hati dan memproses lemak secara efektif.

Dengan kandungan protein tinggi dan rendah kalori, dada ayam menjadi pilihan tepat untuk diet. Jumlah tersebut merujuk pada dada ayam polos tanpa bahan tambahan. Jika kamu menambahkan minyak atau bumbu dan saus, maka akan mempengaruhi total kalori, karbohidrat, dan lemak.

Dada Ayam vs Paha Ayam: Paha Ayam 

Dada Ayam vs Paha Ayam

Dari kandungan proteinnya,  satu paha ayam tanpa kulit, tanpa tulang, dimasak (52 gram) mengandung 13,5 gram protein.  Paha ayam juga memiliki 109 kalori per paha atau 209 kalori per 100 gram. 53% kalori berasal dari protein, sedangkan 47% berasal dari lemak. 

Untuk dua paha ayam sedang tanpa kulit yang direbus mengandung niacin (B3) yang baik untuk produksi energi dan dapat mengurangi risiko kanker,  selenium yang meregenerasi vitamin C dan E untuk meningkatkan aktivitas antioksidan dan sistem kekebalan tubuh, riboflavin (B2) yang membersihkan darah dan bekerja dengan vitamin lain untuk melindungi tubuh dari penyakit kronis, asam pantotenat yang bisa mengatasi racun dan menghasilkan energi demi menjaga sel-sel tetap sehat, vitamin B12 yang untuk menjaga keseimbangan kimiawi tubuh.

Perlu diketahui, paha ayam memiliki warna yang sedikit lebih gelap dari dada ayam karena kaki ayam lebih aktif dan mengandung lebih banyak mioglobin. Molekul ini membantu memberikan otot aktif dengan oksigen dan membuatnya lebih merah.

Banyak orang yang menghindari mengkonsumsi paha ayam hanya salah informasi mengenai kandungan lemaknya. Padahal paha mengandung dua jenis, lemak pada daging dan lemak pada kulit. Lemak pada daging membantu menjaga paha ayam lembap dan berair dan jenis lemak baik. Sehingga baik untuk orang yang sedang diet. 

Lemak baik pada paha ayam bisa membantu mengurangi kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, mengontrol tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, serta meningkatkan kadar vitamin E.  Sementara itu, lemak pada kulit adalah jenis lemak jahat yang harus dihindari.

Dada Ayam vs Paha Ayam: Manakah yang Lebih Baik untuk Diet?

Dada Ayam vs Paha Ayam

Setelah membaca penjelas dada ayam vs paha ayam di atas, manakah yang lebih baik untuk diet? Sebenarnya, semua potongan ayam adalah sumber protein yang baik. Namun ada kandungan lemak yang lebih ekstra pada bagian paha dan sayap.  

Jika kamu ingin mengkonsumsi ayam saat diet dengan tujuan menurunkan berat badan, dada ayam adalah pilihan terbaik karena memiliki kalori paling sedikit, tetapi kaya akan protein. Namun untuk kamu yang mengikuti diet rendah karbohidrat atau keto bisa memilih makan potongan ayam yang lebih gemuk karena membutuhkan lebih banyak lemak. 

Perlu diingat, daging ayam relatif rendah kalori dan lemak dibandingkan daging lainnya. Namun bisa menjadi sangat berlemak dan mengandung kalori jika diolah tidak tepat, seperti menambahkan minyak, bumbu, dan saus. Sebaiknya, masak dada ayam dengan metode direbus, dipanggang, dan dikukus, agar jumlah kalorinya tetap rendah. 

Selain itu, konsumsilah daging ayam tanpa kulit. Kulit ayam menambah lebih banyak kalori dan lebih banyak lemak pada potongan ayam. Orang yang ingin mengurangi berat badannya dapat memilih untuk menghilangkan kulit sebelum atau setelah memasak. Jadi dada ayam vs paha ayam sama saja jika kamu tetap mengkonsumsi kulit dan menambahkan bumbu dalam masakan. 

Sudah tahu kan mana bagian yang lebih baik untuk diet dari pembahasan dada ayam vs paha ayam? Yuk, mulai dietmu dengan tepat dan buat masakan yang nikmat!

Related posts
Diet & NutrisiGaya Hidup

Mengenal Mikronutrien yang Penting bagi Tubuh

Diet & NutrisiGaya Hidup

Apa Itu Gluten dan Dampaknya Bagi Tubuh

Diet & NutrisiGaya Hidup

Serba Serbi Diet Ketofastosis

Gaya HidupKebugaran

10 Gerakan Yoga untuk Menurunkan Berat Badan